Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Dalam rangka melestarikan budaya di Kota Baubau yang hampir punah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan menggelar lomba kabhanti. Sesuai rencana, lomba ini akan digelar pada, Sabtu (25/02).
“Kami akan kembali menggali dan melestarikan kebudayaan yang hampir punah dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat dan rencana kami akan adakan lomba, agar tetap bergema. Kami akan terus melestarikan kebudayaan Buton, salah satunya dengan menggelar lomba,” kata Kadis Dikbud, Drs H Masri saat ditemui di ruangannya, Selasa (21/02).
Lanjut Masri, lomba kabhanti akan diikuti oleh setiap kelurahan di Kota Baubau. Sehingga masyarakat maupun generasi muda tetap mengenal kebudayaan warisan para leluhurnya di tanah Buton.
“Jadi seluruhnya 43 kelurahan yang akan berpartisipasi dalam kegiatan lomba ini, kegiatan ini perlu diikuti karena sangat penting dalam pelestarian budaya,” lanjut Masri.
Pria berkacamata ini menambahkan, setiap kelurahan yang akan mengikuti lomba kabhanti diharapkan dapat berpartisipasi. Namun dalam partisipasinya, setiap peserta lomba tidak akan ditanggung biaya transportasinya.
“Banyak yang masih bertanya-tanya, mungkin mereka mengira kalau kita undang untuk mengikuti lomba ada uang transportnya. Jadi dalam mengikuti lomba ini, mereka yang biayai diri sendiri. Setiap kelurahan diharapkan partisipasinya untuk dapat menanggung biaya transportasi para utusannya untuk pergi bertanding,” jelasnya.
Lomba ini dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan bakatnya dalam kabhanti. Disdikbud juga akan melakukan evaluasi disetiap kelurahan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam mencintai kabhanti.
Kepala Bidang Kebudayaan, LM Raziluddin menambahkan, dalam kegiatan ini pula akan ditampilkan kesenian musik bambu tidak pernah lagi eksis sejak 60 tahun lalu. Namun dalam lomba kabhanti, musik bambu hanya diperkenalkan untuk selanjutnya digiatkan disetiap sekolah.
“Dalam kegiatan ini, kami juga akan menampilkan musik bambu yang tidak pernah lagi dimainkan. Dengan ditampilkan kembali, kami harapkan masyarakat akan mengetahui kembali musik bambu ini,” tuturnya. (**)

Pin It on Pinterest