Peliput : Darson

BURANGA-Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh Kabupaten Buton Utara (Butur), kini semakin banyak investor yang melirik. Sebanyak lima investor yang berasal dari perusahaan nasional maupun pemodal dari luar negeri telah menjajaki komunikasi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Ada beberapa sektor yang membuat pemodal itu untuk berivestasi di Butur misalnya sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan sektor pertambangan. Demikian yang diungkapkan Bupati Butur Abu Hasan ketika ditemui di kantornya, belum lama ini.

“Sudah ada lima investor yang melirik potensi sumber daya alam kita, yang bergerak di berbagai sektor, baik pertanian, perikanan maupun pertambangan,” ungkap Abu Hasan.

Kalau dibidang pertanian, sambung mantan Kabiro Humas Pemprov Sultra ini ada namanya perusahaan Sido Muncul yang bergerak dipembudidayaan singkong gajah. Kemudian, perusahaan kolaborasi investor lokal dengan investor asing dari China yakni Samudra Kulisusu, yang bergerak dibidang pembudidayaan udang.

Selanjutnya, ada yang melirik potensi tambang aspal yang dimiliki oleh Butur yaitu PT Moderen. Bahkan, tak tanggung-tanggung, kata Abu Hasan perusahaan itu akan membangun industri pemurnian aspal. “Di daerah juga kita ini rencananya akan dibangun industri pemurnian aspal. Ini pilihan investor sendiri, mereka ini sekarang ini masih urus semua syarat-syaratnya,”imbuhnya.

“Kalau Sido Muncul sudah tahap sosialisasi, investor tambak udang akan dilakukan dulu pengecekan lahan yang sesuai dengan lokasi budidaya udang,” pungkasnya.

Selain itu, perusahaan kapal api juga akan berivestasi di Butur. Proses-proses komunikasi dengan pihak investor tersebut masih terus dibangun oleh pemerintah.

“Ada perusahaan kapal api yang akan berinvestasi, terus ada lagi investor satunya, tapi saya lupa namanya,”ujar Abu Hasan.

Menurut orang nomor satu di Butur ini, untuk membangun daerah diperlukan namanya investasi dari investor swasta yang akan membantu mengelolah kekayaan SDA.”Tapi semuanya itu akan kita diskusikan dengan instansi terkait dengan sektor-sektor itu, untuk membicarakan semua regulasi. Karena itu juga standar prosedurnya,” tegasnya.(***)