Peliput: Didik saputra

WAKATOBI, BP – Puluhan warga Kecamatan Kaledupa dan Kecamatan Kaledupa Selatan berunjuk rasa di kantor Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang terletak di Desa Kalimas Kecamatan Kaledupa, Kamis (8/12).
Unjuk rasa, merupakan bentuk rasa kecewa warga Kecamatan Kaledupa dan Kaledupa Selatan, karena PLTD belum memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat. Pasalnya, kurang lebih dua minggu aliran listrik di kaledupa tidak menyala secara normal.
Koordinator aksi, Rion Bahtiar mengungkapkan, jika PLTD memberlakukan pemadaman secara bergilir karena mesin rusak, maka seharusnya diperbaiki secepatnya.
Apabila mesin tidak bisa diperbaiki, lebih baik diganti dengan mesin yang baru, agar tidak memakan waktu yang lama,” ungkapnya saat menyampaikan orasinya.
Lantaran adanya pemadaman secara bergilir, banyak masyarakat yang
dirugikan karena beberapa barang elektroniknya rusak. Bahkan, siswa yang sedianya sedang ujian terpaksa harus belajar dengan lampu pelita
Warga meminta agar pihak PLTD menyiapkan mesin cadangan, sehingga jika mesin sedang rusak, tidak ada pemadaman listrik.
Sementara itu, Refly Yusuf Ramba selaku penanggug jawab PLTD
di Kecamatan Kaledupa megatakan, kerusakan pada mesin bukanlah faktor kesengajaan. Pemadaman yang dilakukan lantaran mesin induk berdaya 250 kWh mengalami kerusakan.
“Maka dari itu, kami lakukan pemadaman secara bergilir, sedangkan jumlah daya yang ada di kaledupa hanya 750 kWh,” katanya.
Pihaknya telah berupaya melakukan perbaikan dan telah berkoordinasi dengan PLN Area Baubau, agar alat yang rusak secepatnya di kirim ke PLTD Kaledupa. Refly berjanji dalam waktu satu minggu, listrik akan kembali secara normal. (#)