– Guna Mencapai Mutu Pendidikan Sesuai Standar Nasional

LABUNGKARI, BP – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan workshop sekolah model dan pembinaan dalam pengembangan sistem penjaminan mutu internal, yang digelar di aula SMPN 1 Gu belum lama ini.

Kepada Baubau Post, Drs La Tani bersama rekan yang ditunjuk sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) mengatakan, sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan sudah ada kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Buteng melalui Dinas Pendidikan Buteng, guna mengembangkan mutu internal sekolah.

“Kami sebagai Fasda LPMP Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota se Sultra, dalam rangka workshop sekolah model dan pembinaan dalam pengembangan sistem penjaminan mutu internal. Tentunya dalam workshop ini target kami adalah ketercapaian mutu dalam dunia pendidikan sesuai dengan standar nasional,” ungkapnya.

Dijelaskan, kegiatan tersebut sebagai pelaksana tekhnis yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat untuk menciptakan pemerataan mutu pendidikan di daerah-daerah yang ada di Indonesia pada umumnya, dan khususnya di 17 kabupaten/kota Provinsi Sultra.

“Kami disini sebagai pelaksana tekhnis dan kami melaksanakan tugas atas intruksi dari pemerintah pusat dalam rangka proses pemerataan mutu pendidikan ke daerah-daerah, kami dari LPMP provinsi Sultra ada 17 orang yang disebar ke 17 kabuparen/kota, karena sesuai dengan jumlah kabupaten/kota yang ada di Sultra,” ucapnya.

Peserta workshop sekolah model dan pembinaan dalam pengembangan sistem penjaminan mutu internal tersebut dihadiri 51 orang yang terdiri dari pengawas, para kepala sekolah, dan guru-guru dari 10 sekolah yang telah ditunjuk dalam lingkup Kamupaten Buteng.

“Peserta ini ada 51 orang yang terdiri dari 5 SD, 3 SMP, 1 SMA dan 1 SMK, karena ini adalah sekolah model atau sekolah percontohan maka difokuskan dulu 10 sekolah, dan mereka-mereka ini nantinya yang akan jadi percontohan untuk sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Buton Tengah ini, para peserta ini juga terdiri dari berbagai komponen, mulai dari pengawas, kepala sekolah, serta perwakilan guru-guru dari tiap sekolah yang telah ditunjuk untuk mengikuti workshop ini,” paparnya.

Dilanjutkan, bahwa workshop tersebut akan berkelanjutan sampai mencapai penetapan mutu pendidikan yang ditargetkan dikerjakan pada tahun 2017 mendatang.

“Kegiatan workshop ini akan berkelanjutan, hari ini kita sampai bisa mencapai penetapan mutu baru, mutu baru ini akan menjadi program kegiatan di sekolah sampai 2017, jadi mutu baru itu diupayakan dengan semangat pada 2017 nanti akan dikerjakan, dan itu adalah target,” tutupnya.(*)