• Korlap Habib Alhamdani: Dalam Ampat Hari Kerja Pemkot Segera Pertemukan Pemilik Pasar dan Pedagang Yang Menolak Kenaikan Sewa Tempat

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Massa aksi uang tergabng dalam UKP Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI) mealukan aksi demontrasi di Kantor Walikota Baubau meminta pihak pemerintah menyelesaikan kasus mahalnya sewa lapak yang diberlakukan pengelola Pasar Karya Nugraha kepada 10 pedagang dan dugaan melakukan pungli yang memungut biaya di oluar areal Pasar Karya Nugraha.

Asisten pemerintahan dan Kesra MZ Tamsir Tamim dan Kabag Umum Kasman menrima aspirasi Massa SRMI

Koordinator lapangan (Korlap) UKP SRMI Habib Alhamdani meminta kepada Pemkot Baubau agar mengusut dan menuntaskan dua hal tersebut karena dinilainya telah merugikan pedagang di Pasar Karya Nugraha. Ketika mendatangi Kantor Walikota Baubau massa aksi tidak diperbolehkan sampai di pelataran utama Kantor Walikota, mereka pun diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra MZ Tamsir Tamim di dampingi Kabag Umum Kota Baubau Kasman di depan pelataran lapangan upacara Kantor Walikota Baubau dengan alasan di Kantor Utama sedang ada kegiatan rapat.

Dalam dialog, SRMI medesak pihak Pemkot Baubau agar menggelar pertemuan dengan pengelola pasar agar menyelesaikan persoalan harga lapak yang dinaikan hingga Rp 4 juta per tahun dari yang sebelumnya dikenakan sewa Rp 2 juta per tahun. Tamsir Tamim yang mendengarkan tuntutan mereka pun mencatat point-point yang menjadi tuntutan dan pada akhirnya bersepakat akan mempertemukan pengelola pasar dengan pendemo yang melibatkan Dinas Perdagangan Kota Baubau dan pihak lain yang terkait.

“Kami akan mencari waktu untuk mempertemukan pengelola Pasar Karya Nugraha dengan pendemo dan para pedagang serta Dinas Perdagangan Kota Baubau. Karena ini kan pengelolanya swasta jadi kami dalam pembinaan dengan swasta mesti mempertemukannya,” katanya ketika berdialog dengan SRMI.

Salh satu anggota SRMI Tata mengungkapkan pengelola Pasar Karya Nugraha hanya meminta kenaikan tarif itu kepada 10 pedagang. “Inikan yang aneh. Kenapa hanya 10 pedagang saja. Padahal pada masa pemerintahan Walikota Amirul Tamim meminta kepada pemilik Pasar yang lama agar menyediakan lahan di sekitar gedung yang bertarif Rp 20 ribu per bulan, lalu naik lagi menjadi Rp 40 ribu per bulan, lalu naik lagi menjadi Rp 70 ribu perbulan,” ungkap Tata.

Namun setelah pemilik lama meninggal, lanjut Tata, tiba-tiba istri kedua almarhum menaikan tarif sewa menjadi Rp 2.7 juta per tahun dan sekarang menaikan lagi tarifnya menjadi Rp 4 juta per bulan. “Dan ini sangat memberatkan pedagang,” katanya singkat. SRMI pun meminta dalam 4 hari kerja pihak pemkot sudah dapat mempertemukan pihaknya dengan pengelola pasar untuk menyelesaikan tarif lapak yang dirasa pedagang sangat mahal dan itu diamini oleh MZ Tamsir Tamim.

baca juga: Sementara Ditangani Bapas Baubau, Kasus Video Mesum Pelajar Diupayakan Diversi Kedua

Dalam aksi mereka berlangsung damai dan memberikan lembaran berisi pernyataa sikap SRMI yang menuntut pertama menolak kenaikan sewa tempat yang tidak ada musyawarah dengan pedagang. Kedua, Meminta kepada Pemkot Baubau untuk memanggil pemilik Pasar Karya Nugraha untuk bertemu dengan pedagang yang menolak kenaikan harga sewa tempat. Ketiga, meminta kepada pemerintah daerah untuk menagkap pungli trotoar depan pos perhubungan yang meresahkan pedagang. Keempat eminta kepada Pak Sulaiman agar menertibkan pedagang yang menghalangi jalan. Kelima, meminta kepada Pak Sulaiman untuk mengambgil sikap dan mengganti Pjs Kepala Pasar Karya Nugraha karena diduga melakukan pungutan liar di dalam Pasar Karya Nugraha. (***)