• Sekdin PUPR Nasrun: Pengadaannya Tahun 2020, Kontraktornya Adri yang Tinggal di Rujab Walikota Baubau

Laporan: Ardi Toris

Kabag Tekhnik PDAM Baubau Tahlil

BAUBAU, BP- Penyebab air PDAM Baubau tidak mengalir lancar di Kecamatan Murhum, Kecamatan Betoambari dan Sebagian Kecamatan Batupoaro adalah mesin baru yang berada di Baadia berkapasitas 75 KW yang dapat memproduksi debit air 20 hingga 25 liter per detik mengalami kerusakan. Kabag Tekhnik PDAM Baubau Tahlil pengadaan mesin itu dilakukan sejak tahun 2020 melalui Dinas PUPR Baubau, namun hingga saat ini belum diserahkan ke PDAM Baubau karena terkendala masih mengalami kerusakan.

“Mesin pompanya sudah terpasang, pernah kita uji coba dengan melakukan running satu kali, awalnya dia running bagus selama tiga hari, namun setelah itu dia tidak bisa lagi memproduksi air sesuai kapasitasnya. Bila pompa beroperasi hanya bisa memproduksi debit air 8-9 liter perdetik. Itulah kenapa kami belum mau menerima penyerahan dari Dinas PUPR disebabkan karena produksinya jauh dibawah kapasitasnya atau tidak sesuai dengan kapasitasnya 75 KW. Jadi memang mesin bari itu belum pernah dimanfaatkan oleh PDAM sejak terpasang tahun 2020 hany pernah running untuk uji coba setelah itu rusak, ” jelas Tahlil, dihubungi Baubau Post, Senin (31/01/2022).

Tahlil pun mengungkapkan diawal pemasangan pompa, listrik di penampung Baadia itu tidak mampu sehingga pada saat itu mau tidak mau daya listrinya ditambah dari 130 KVA menjadi 17 197 KVA. Sehingga tadinya hanya bisa menjalankan dua mesin pompa saja, sekarang sudah bisa menjalankan tiga pompa sekaligus termasuk dengan mesin baru pengadaan tahun 2020 berkapasitas 75 KW tersebut.

“Setlah dilakukan running selama tiga hari, awalnya berjalan bagus, namun telah itu mesin pompa itu tidak bekerja normal hingga saat ini. Pihak kontraktor juga sudah beberapa kali melakukan perbaikan, tapi belum ada kemajuan. Itulah sebabnya setelah saya konfirmasi dengan pimpinan kami Pak Jimmy dua minggu lalu, pihak PDAM Baubau tidak mau menerima penyerahan pekerjaan itu dari Dinas PUPR Baubau,” katanya mengulangi.

Kontraktor Adriansayah Farmin

Sekertaris PUPR Nasrun ketika dikonfirmasi masalah pengadaan pompa mesin air Baadia pengadaan tahun 2020 itu yang belum dilakukan penyerahan hingga masuk februari tahun 2022 membenarkan hal itu. Nasrun mengungkapkan sebenarnya mesin itu sudah pernah diuji coba untuk running selama lima hari.

“Lalu karena pihak PDAM Baubau sempat memberhentikan beberapa waktu mesin itu, kita tidak mengerti juga bisa sampai tidak normal jalannya mesin. Pihak kontraktor sebenarnya sudah berupaya memperbaiki tapi belum juga normal sampai sekarang,” ucapnya. Namun soal kerusakan mesin dan belum diserahkannya kepada PDAM Baubau, kata Nasrun, saudara Adri belum tahu. “Nanti coba konfirmasi juga sama Pak Adri,” pinta Nasrun

Ditanya ulang siapa sebenanrya kontraktor pengadaan mesin pompa mesin itu? Nasrun mengatakan saudara Adri yang tinggal di Rujab Walikota Baubau. Pihak PDAM sendiri tidak mengetahui kalau kontraktor utama pengadaan mesin pompa air PDAM Baubau di Kelurahan Baadia itu adalah Adri. Selama ini Kabag Tekhnik PDAM Baubau Tahlil hanya mengetahui kalau kontraktor pengadaan mesin itu adalah Anto Maja, yang saat itu merupakan karyawan di PDAM Baubau.

Kontraktor pengadaan mesin Pompa Air Baadia Adri ketikan di konfirmasi Senin (31/01/2022) di Pelataran Kantor Walikota Baubau membenarkan kalau dia merupakan kontraktor pengadaan mesin pompa di Baadia. “Kalau Anto Maja itu konsultan pengadaan dan pengawasan,” katanya.
Adri mengatakan pihak kontraktor saat itu sudah melakukan uji coba terhadap jalannya mesin pompa dan hasilnya berjalan bagus.

Sekertaris PUPR Baubau Nasrun

“Bahkan sudah ada serah terima ke Dinas PUPR Kota Baubau,” ucapnya. Adri pun mengakui kalau pekerjaan itu merupakan pengadaan tahun 2020, “Jadi waktu itu memang pekerjaannya merupakan pengadaan tahun 2020 dengan nilai Rp 200 juta dan sifatnya mendadak sehingga dilakukan secara cepat. Yang melaksanakan pemasangan mesin itu Pak Anto Maja, jadi mesinnya itu rakitan. Persoalan Dinas PU belaum melakukan serah terima kepada PDAM itu diluar sepengetahuan saya, yang penting kalau dari kotraktor ke Dinas PUPR itu sudah kami lakukan serah terimakan,” ucapnya dan seketika itu juga Adri langsung menelpon Anto Majo.

Soal serah terima dari Kontraktor ke PUPR ini, Sekretaris Dinas PUPR Nasrun mengatakan memang sudah ada serah terima namun jaminan banknya belum kembali ke pihak PUPR, “Dengan belum keluar jaminan bank ini berarti belum selesai. Dan saya katakan kalau ada kerusakan-kerusakan kecil selama jaminan bank ini belum keluar maka pihak kontraktor harus selalu melakukan pembenahan. Namun hari sabtu pekan ini sudah ada pihak tekhnisi yang akan datang memperbaiki mesin pompa di Baadia itu. Saya berharap kedepan pekerjaan seperti ini bisa terpasang dan beroperasi dengan optimal baik kualitas dan kuantitasnya,” kata Nasrun.

baca juga: Plt Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse Kunjungi SMPN 2 Yang Belum Pernah Laksanakan Upacara dan Apel Pagi

Akibat tidak beroperasinya mesin baru di Baadia itu, pelayanan PDAM Kota Baubau sangat terganggu dalam tiga bulan terakhir. Penampung di Baadia selama ini melayani masyarakat Baubau untuk wilayah Kecamatan Betoambari, Kecamatan Murhum, dan sebagian Kecamatan Batupoaro. Selama ini, menurut Kabag Tekhnik PDAM Baubau Tahlil, pihak PDAM Baubau berupaya mengoperasikan mesin lama untuk penampung di Baadia namun belum optimal. (***)