• Kamil Adi Karim: Saya Berharap Pemkot Terus Gelar Pasar Murah Hingga Tingkat Kecamatan Selama Bulan Ramadan

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Meskioun Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian sudah menggelar pasar murah untuk sejumlah bahan pokok termasuk minyak goreng kemasan pad H-3 Ramadan namun harga minyak di pasar tradisonal masih tinggi.

Ketua DPD PAN Baubau H Kamil Adi Karim

Sebagaimana diketahui Pasar murah yang digelar Pemkot Baubau menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 26 ribu per liter atau Rp 52 ribu per dua liter. Pasar murah itu banyak diserbu warga Baubau.

Salah satu tujuan Pasar Murah itu, kata Kadisperindag Baubau La Ode Ali Hasan, agar bisa mengintervensi pasar utamanya mengenai kestabilan harga bahan pokok dan juga minyak goreng kemasan. Meski sudah berupaya menstabilkan harga namun harga minyak goreng yang dijual di pasar tradisional di Kota Baubau seperti di Pasar Wameo masih dirasa cukup tinggi karena di jual pada kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 38 ribu per liternya.

Tentu saja melihat pengaruh penurunan harga di Pasar Tradisional cukup signifikan namun harganya masih dirasa sangat tinggi. Sebelum ada pasar murah yang digelar Pemkot Baubau, harga minyak goreng kemasan di Baubau dijual dengan harga antara Rp 43 ribu per liter hingga Rp 47 ribu per liter.

baca juga: Dialog Kagamaan di Lea-lea, Kepala Kesbangpol Amsir Afi Sebut Lea-lea dan Bungi Merupakan Cermin Indonesia Mini

Wakil Ketua DPRD Kota Baubau H Kamil Adi Karim pun berharap pasar murah yang digelar Pemkot Baubau terus digalakkan selama bulan suci ramadan ini, “Kalau perlu dilakukan hingga di tingkat kecamatan. Namun pada intinya intervensi pasar harus terus dilakukan agar harga minyak goreng kemasan bisa dijangkau pasca HET minyak goreng dicabut oleh pemerintah,” kata Ketua DPD PAN Baubau itu lugas. Menurut Kamil Adi Karim bila terus digalakkan makan ada kemungkinan pedagang di Pasar Tradisional akan menyesuikan dengan harga yang dijual di Pasar Murah, “Itu bila masif terus menerus dilakukan sampai di tingkat kecamatan,” katanya mengulangi.(***)