Roni Muhtar: Sosialisasi Perlu Ditingkatkan

BAUBAU, BP– Tingginya angka kekerasan anak dan perempuan di Kota Baubau yang mencapai 76 kasus di tahun 2019 lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Baubau Roni Muhtar angkat bicara.

Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mesti lebih intens melakukan sosialisasi. “Saya kira perlu ditingkatkannya sosialisasi,” kata Roni kepada Baubau Post.

Pemerintah, lanjut Roni, perlu memberikan edukasi penyadaran kepada masyarakat terkait hal itu. “Sehingga kemudian masyarakat bisa menghindari pelanggaran itu,” tutur mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Baubau.

Dengan edukasi yang baik dalam menghindari tindak kriminalitas, ia yakin, anak-anak di baubau dapat tumbuh dengan baik tanpa tekanan serta ancaman kekerasan.

“Kalau itu dihindari (kriminalitas-red), otomatis tumbuh kembangnya generasi muda kita dapat secara wajar tidak ada tekanan, tidak ada intimidasi,” ucap Roni.

Belum lama ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Baubau Wa Ode Soraya mengaku, angka kekerasan anak dan perempuan di Kota Baubau meningkat tiap tahunnya.

Tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tersebut di sisi lain dikarenakan sudah adanya keberanian dan kesadaran dari para korban untuk melaporkan diri.

“DP3A ini baru tiga tahun berdiri, dan sebenarnya sebelum berdiri, kekerasan itu sudah banyak, hanya tidak dilaporkan, barulah sekarang ini tingkat kesadaran masyarakat tinggi dengan melaporkan langsung kejadian kekerasan yang mereka alami,” kata Wa Ode Soraya.

DP3A optimis, akan menekan angka kekerasan tersebut, salah satunya dengan mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah.

Tak lupa dirincikannya, tindak kekerasan tersebut didominasi kekerasan fisik, kekerasan seksual, penindasan atau Bulying dan permasalahan hak asuh anak.

“Termasuk juga human trafficking (perdagangan manusia-ref). Kemarin itu ada satu kasus, tapi baru perencanaan,” tuturnya.

Untuk itu, DP3A menyiapkan dua orang psikolog untuk memulihkan trauma para korban kekerasan. Termasuk membantu mendampingi para korban dalam proses pelaporannya. (*)

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest