Pewarta: Amat Jr

BAUBAU, BP-Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse mengajak para alumni Akademi Perawat (AKPER) Buton, untuk mendukung Pemerintah dalam membangun dunia kesehatan di Kota Baubau.


Ajak tersebut disampaikan La Ode Ahmad Monianse melalui sambutannya, saat menghadiri acara Pembukaan Musyawarah Besar (MUBES) II Ikatan Alumni Akademi Perawat (AKPER) Kabupaten Buton di Ex Kampus AKPER Buton (Sekretariat PPNI) Kota Baubau, Ahad (5/6/2022).
“Di kesempatan yang baik ini, saya mengajak kepada kita semua peserta Musyawarah Ikatan Alumni AKPER Buton, untuk merumuskan hal-hal yang paling mendetail, yang bisa direkomendasikan untuk mendukung pemerintah dalam membangun dunia kesehatan di Kota ini,” ujar La Ode Ahmad Monianse.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini meyakini, para alumni AKPER tersebut telah memiliki pengalaman praktis, yang diperoleh dari lembaga-lembaga kesehatan tempat para alumni berkecimpung. Baik itu di Puskesmas, Rumah Sakit, layanan kesehatan swasta lainnya, maupun di dunia akademik.
Untuk itu La Ode Ahmad Monianse berharap, agar para Alumni AKPER Buton tersebut turut merumuskan, tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan layanan kesehatan di Kota Baubau. Mulai dari tingkatan Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, hingga layanan kesehatan swasta lainnya.
“Mari kita kolaborasikan semua kemampuan itu, untuk lahirnya sebuah rekomendasi yang bisa menjadi panduan bagi pemerintah dalam membangun kesehatan di Kota ini. Tentunya saya juga tidak hanya mengharapkan konsep, saya juga mengharapkan agar para alumni AKPER yang sudah tersebar, kembali mengabdikan dirinya pada posisi yang tepat untuk pembangunan Kota ini,” ajaknya.
La Ode Ahmad Monianse menambahkan, sebagai Wali Kota, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada para Alumni AKPER yang tersebar di semua tempat pengabdian. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus melanjutkan apa yang telah menjadi cita-cita dari Almarhum Dr. H. AS. Tamrin, MH., yaitu untuk menjadikan Baubau sebagai Kota yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya.

baca juga: Kecelakaan Mobil Mewah Terjadi di Pendakian Jembatan Beli Baubau
“Dan salah satu ukuran kesejahteraan adalah kesehatan, karena tidak bisa dikatakan sejahtera seseorang kalau kesehatannya belum maksimal. Olehnya itu maka kurang lebih enam belas bulan ke depan, atau satu tahun empat bulan masa tugas saya untuk melanjutkan pekerjaan ini, akan lebih fokus kepada masalah pelayanan,” tutup La Ode Ahmad Monianse.(**)