• Dua Warga Baubau Disandera Abu Sayyaf

BAUBAU, BP – Penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina kembali terjadi. Kali ini menimpa tiga Warga Negara Indonesia (WNI), yang dua diantaranya merupakan warga Kota Baubau, serta satu orang lainnya merupakan warga Kabupaten Wakatobi.

Ketiganya diculik saat sedang mencari ikan di perairan Lahad Datu, Malaysia sejak tanggal 24 September 2019.

Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse meminta kepedulian pemerintah pusat untuk khususnya Kementerian Luar Negeri untuk serius dalam menindaklnjuti kasus penyanderaan ini. Tindakan terukur perlu dilakukan, agar upaya pembebasan berhasil.

“Saya atas nama Pemkot dan mewakili masyarakat Baubau, berharap kepada pemerintah pusat utamanya Direktorat Perlindungan Warga Indonesia dan Bantuan Hukum untuk melakukan langkah-langkah lebih terukur, melakukan diplomasi agar ketiga WNI ini bisa sesegara mungkin dibebaskan,” pinta Monianse saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/11).

Jalur diplomasi perlu ditempuh, karena kasus ini sudah melibatkan tiga negara, yakni Indonesia karena WNI-nya disandera, Malaysia karena WNI yang disandera merupakan TKI, serta Filipina tempat disanderanya ketiga WNI. Apalagi kini, upaya pembebasan dengan cara operasi militer sudah terkendala dengan pembatasan yang dilakukan oleh Pemerintah Filipina.

“Selama ini terkendala karena Filipina sudah menutup pasukan dari negara manapun untuk masuk ke wilayah teritorialnya. Pemerintah Indonesia sudah beberapa kali melakukan upaya pembebasan sandera dengan operasi militer, namun terkendala akan hal ini. Sehingga harapan kita adalah jalur diplomasi,” jelasnya.

Monianse juga mengimbau kepada masyarakat Kota Baubau maupun Wakatobi untuk mendoakan keselamatan tiga WNI yang menjadi sandera Abu Sayyaf. “Mari kita berdoa untuk keselamatan mereka, agar tidak mengalami kekerasan dan tetap dilindungi jiwanya,” ucapnya.

Penyanderaan tiga WNI tersebut sebelumnya telah viral melalui video yang telah beredar berdurasi sekitar 44 detik. Ketiga sandera tersebut yakni Samiun Maneu (27) warga Baubau, Maharuddin Lunani (48), Warga Baubau, dan Muhamad Farhan (27) warga Wakatobi.

Dengan tangan terikat, salah satu di antara mereka yang bernama Samiun, meminta kepada pemerintah Indonesia maupun pimpinan perusahaan tempatnya bekerja, dapat membantu membebaskan mereka dari sandera Abu Sayyaf.

“Dan juga Presiden Republik Indonesia, tolong kami, supaya kami bebas dari sini. Dan kumpulan Abu Sayyaf meminta tebusan 30 juta Peso, agar kami dapat kembali lagi ke Indonesia,” pinta Samiun.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest