Wawali Baubau La Ode Ahmad Monianse

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP-Dengan ditandatanganinya Perwali Nomor 35 tahun 2020 tentang Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) oleh Walikota Baubau Dr H AS Tamrin, MH pada tanggal 20 Agustus 2020 maka secara resmi pada tanggal 19 September 2020 di Kota Baubau akan diberlakukan wajib menggunakan masker.

Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse saat menghadiri ritual adat haroa doa bersama ke-15 tahun 2020 masyarakat lorong pecek dan sekitarnya Kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio, Minggu malam (13/09) sebagaimana dirilis Kominfo dan Persandian Kota Baubau.

Menurut Monianse pada kurun waktu masa 1 bulan setelah ditandatanganinya Perwali Nomor 35 tahun 2020 tersebut adalah merupakan masa perkenalan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan masker di area umum. Oleh sebab itu, pada masa perkenalan dan sosialisai Perwali Nomor 35 tahun 2020 ini diharapkan masyarakat tidak akan kaget karena ini dilandasi dengan etikat yang baik sebelum diberlakukan penegakkan pada tanggal 19 September 2020.

Wawali Baubau La Ode Ahmad Monianse
Wawali Baubau La Ode Ahmad Monianse

Dikatakan, dalam Perwali Nomor 35 tahun 2020 itu sesungguhnya hanyalah sanksi kepada masyarakat Kota Baubau bukannya denda sebagaimana spanduk-spanduk yang telah tersebar dimana akan denda yang diberlakuk jika melanggar Perwali tersebut. “Dan spanduk yang telah tersebar itu salah dan Walikota Baubau Dr H AS Tamrin, MH mengatakan salah tulis itu spanduk sebab Walikota Baubau tidak ingin ikut daerah lain ada denda dan hanya ingin ada kesadaran masyarakat sehingga hanya cukup dengan sangsi sosial yang diinginkan seperti misalnya kalau ada yang diketemukan di tempat umum tidak menggunakan masker akan disuruh pussh up atau mengambil sampah,”kata orang nomor dua di Kota Baubau.

Pemberian sanksi kepada masyarakat yang melanggar Perwali Nomor 35 tahun 2020 tambah Monianse, sebenarnya hanya memberikan edukasi supaya ada efek jera sehingga bila masyarakat akan mengingat terus kesalahan tidak membawa masker dan secara perlahan akan menjadi budaya. Apalagi, saat membaca dari beberapa artikel kelihatannya covid-19 ini belum akan berakhir sampai dengan berakhirnya tahun 2020 ini. Sehingga, tentunya masih butuh bagaimana memenej untuk hidup agar bisa selamat dari bahaya covid-19 ini.

Lebih lanjut dijelaskan, pada Perwali Nomor 35 tahun 2020 tersebut paling tidak masyarakat diharapkan dapat melakukan menggunakan masker, menghindari kerumunan yang tdak bermanfaat, jaga jarak, selalu rajin cuci tangan dan selalu makan makanan yang halal dan baik bukan yang mahal.”Jadi pengelolaan yang baik akan meningkatkan imunitas tubuh kita sehingga inilah yang akan menjadi harapan dari Perwali nomor 35 tahun 2020. Dan Perwali sudah ada dan Insya Allah akan kita tegakkan bersama pada tanggal 19 September 2020, Olehnya itu, mari sampaikan anak-anak kita, saudara-saudara kita orang-orang tua kita kalau beraktivitas diluar rumah tempat-tempat umum mari kita saling mengingatkan untuk menggunakan masker karena masker untuk melindungi orang lain dan masker orang lain untuk melindungi diri kita sehingga mari memang kita harus memulainya.,”jelasnya.

Terkait kegiatan masyarakat lorong pecek Kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio yang menyelenggarakan haroa sebagaimana tradisi masyarakat, Wawali Baubau Monianse memberikan apresiasi karena ini merupakan iktiar doa agar terhindar dari covid-19 sebagaimana pula yang dilakukan Pemkot Baubau dengan iktiar sosial dan financial dan memberantas penyebaran covid-19 di Kota Baubau.

Sementara itu panitia penyelenggara haroa masyarakat lorong pecek Kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio mengakui, haroa yang dilakukan ini adalah untuk tolak bala agar Indonesia dan khususnya Baubau secepatnya lepas bahaya covid-19. Karena diyakini doa yang akan dimintakan akan diijabah oleh Allah. Dan kegiatan haroa ini tetap menerapkan protokol kesehatan.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

WA TINI, WARGA LIA MAWI, KAB WAKATOBI MENGAMUK KARENA TIDAK DAPAT BANTUAN TERDAMPAK COVID 19

Seorang Warga Wakatobi bernama WaTini mengamuk di Kantor Desanya karena tidak mendapatkan bantuan terdampak Covid-19. Wa Tini merasa dianaktirikan karena senmua jenis bantuan yang disalurkan tak satu pun yang dia dapatkan. Meja dan kursi dalam kantor pun menjadi sasaran amukannya.@BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest