Peliput: Hengki TA

BAUBAU, BP – Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) cabang Kota Baubau, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke II, untuk melaksanakan pemilihan ketua cabang periode 2021-2026, yang digelar disalah satu Hotel di Kota Baubau, Minggu (26/09)

Pada kegiatan tersebut, dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Roni Muhtar. Dalam sambutanya, Jenderal PNS di Baubau itu mengharapkan, harus memilih pimpinan yang mempunyai visi misi, dalam memajukan sebuah roda organisasi.

PAFI BAUBAU

“Pucuk pimpinan atau ketua organisasi itu, harus mempunyai karakter dan watak sebagai pimpinan,” jelasnya.

Lanjutnya, pada masa pandemi saat ini, sebagai ketua PAFI, bisa mewujudkan masyarakat Kota Baubau yang sehat, dalam pola praktek-praktek hidup. Dimana, masyarakat dipastikan pola hidup konsumsi yang hiegenis.

“Disitulah peran PAFI, dalam melakukan pengkajian serta mengolah informasi dan data yang sesuai ke farmasiannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PAFI Baubau periode 2016-202, Hj Sitti Maolae mengungkapkan, sebagai seorang pimpin dituntut sigap, tulus melayani. Hadirnya PAFI cabang Baubau yang meliputi beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dab Buton Utara, merupakam wadah silaturahim sesama teknis ke farmasian.

“PAFI merupakan organisasi yang menghimpun tenaga ahli ke farmasian profesi, yang biasa disebut Asisten Apoteker,” ungkapnya.

Kemudian, ke farmasian saat ini bukan hanya pada pengelolaan obat, namun sudah berkembang melakukan pelayanan ke farmasian yang komprehensif, bertujuan meningkatkan penggunaan obat yang rasional, dimana penggunaan obat dapat meningkatkan kulaitas hidup pasien.

“Melalui oraganisasi ke profesi ini, ada aturan dan syarat, yang harus dimiliki sebagai tenaga teknis ke farmasian,” bebernya.

Harapannya, dengan hadirnya PAFI pada tahun 2016 lalu, semoga kedepan dapat memberikan warna baru, ditenga problematika yanga ada pada tenaga teknis farmasi yang ada di Kota Baubau

baca juga: Mabes Polri Prioritaskan Pembentukan Polres Buteng

“Ini merupakan langka awal perubahan, membentuk wadah agar sesama anggota teknis ke famasian, bisa bahu membahu dalam mencari solusi ditenga masalah yang terjadi,” tutupnya.(*)