BAUBAU, BP- Antisipasi penebangan kayu secara Ilegal di Kota Baubau Pengelolaan Hutan (KPH) Wakonti Kota Baubau melakukan patroli setiap minggunya. Pihaknya telah memetakan dua lokasi yang dianggap rawan Illegal Logging (penebangan ilegal) di Kota Baubau, yakni wilayah Ngkaring-karing dan Sorawolio.

“Yang di dalam Baubau ini kita fokus ini ada dua tempat, pertama yang di Ngkaring-karing karena rawan di sana, karena sawah jangan sampai dia kering. Itu hampir setiap minggu kita patroli, memang laporan banyak terus dan juga di Sorawaolio,” ungkap Kepala KPH Wakonti Kota Baubau La Ode Rahmad Salim ditemui pekan lalu.

Dikatakan, selain melakukan pengawasan, KPH Wakonti juga meminta bantuan dari Polhut dari KPH lainnya, untuk bersama-sama melakukan pengawasan penebangan kayu ilegal di Kota Baubau.

“Kalau ini jelas Polhut untuk Tupoksinya mereka, untuk selalu melakukan pengawasan hutan yang dilindungi khususnya hutan di Kota Baubau, dan kalau mendapatkan kendala juga kadang-kadang juga kita minta bantuan teman-teman dari Polhut di KPH lain untuk membantu,” jelasnya.

Ada beberapa daerah yang hasil produksi kayunya masuk di Kota Baubau, seperti Buton Utara, Buton Selatan dan Kabupaten Buton. Pihaknya cukup kesulitan untuk memastikan kayu yang ditebang secara ilegal, pasalnya rata-rata kayu tersebut telah memiliki dokumen.

“Karena rata-rata secara fisik mereka sudah memakai dokumen, sekarang yang jadi masalahnya ini dokumennya apakah benar atau tidak, yang ketahui kecuali asal kayu yang mengatahui benar atau tidaknya dokumen,” ucapnya.

Untuk mengetahui apakah kayu tersebut ilegal atau tidak, pihaknya harus bermohon ke provinsi untuk dapat melakukan lacak balak. ” Kita tidak bisa tahu secara persis kecuali kita lacak balak, sementara lacak balak itu biasanya kita harus bermohon lagi di provinsi untuk turun tim. Itu yang agak kesulitan kayu-kayu yang berasal dari luar Baubau,” ungkapnya.

Peliput: LM Syahrul

Pin It on Pinterest