Ny Agista Ariany Ali Mazi ketika memberikan sambutan pada acara sosiaslisasi digital era Corona

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP-Transformasi digital serta masuknya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengrajin ke dalam format transaksi digital menjadi fokus Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini, sesuai gelaran sosialisasi virtual yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sultra, bertema: Sosialisasi Digital Payment QRIS dan Digital Marketing melalui E-Commerce.

Ny Agista Ariany Ali Mazi ketika memberikan sambutan pada acara sosiaslisasi digital era Corona
Ny Agista Ariany Ali Mazi ketika memberikan sambutan pada acara sosiaslisasi digital era Corona

Seminar dan sosialisasi ini dilakukan secara daring, Selasa 15 September 2020, di Ruang Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra.

Seminar virtual ini dihadiri oleh Ketua Dekranasda Sultra Ibu Agista Ariany Ali Mazi, SE., beserta seluruh pengurus, juga diikuti secara daring oleh para Ketua Dekranasda di 17 kab/kota se-Sultra.

Dalam sambutannya, Ibu Agista Ariany sangat berbesar hati dengan adanya sosialisasi seperti ini. Menurut beliau, kemajuan Teknologi Informasi (TI) yang kian pesat —yang kemudian didesak oleh pandemik virus secara global— ternyata ikut mempercepat pemanfaatan TI secara masif untuk pemasaran produk kepada publik yang lebih luas, lebih cepat, dan lebih efisien.

“Saya berharap semua pengurus Dekranasda di-17 kab/kota se-Sultra, untuk terus melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM dan kerajinan yang telah ditunjuk, dan kepada para pelaku UMKM pun dapat terus melalukan kreatifitas dan inovasi produknya, juga terus berusaha menguasai TI untuk mempermudah memasarka produk-produknya,” kata Ibu Agista Ariany.

Krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 telah berdampak pada kelangsungan UMKM. Secara Nasional, data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, ada sekitar 37 ribu pelaku UMKM yang terpukul selama pandemi. Padahal UMKM merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia.

Pada 2018, sektor ini menyumbangkan kontribusi 60,34 persen terhadap PDB. Ada 116 juta orang (97,02 persen) pekerja di tanah air terserap di sektor ini.

Pandemi telah menurunkan daya beli masyarakat yang ikut menekan omzet UMKM. Walau ada 29 persen UMKM tetap bertahan berupa upaya ekspansi dengan menambah jenis saluran penjualan dan pemasaran.

Pandemi dilihat sebagai peluang untuk berdagang secara daring. Terlebih ada 80,6 persen pelaku UMKM terbantu dengan penggunaan internet.

Bagi UMKM, ini momentum untuk bertransformasi ke dalam ekosistem digital. Walau belum keseluruhan UMKM menguasai dan menggunakan TI, namun mayoritas sudah beralih dan mampu mengombinasikan pemasaran daring dan luring, melalui media sosial atau marketplace.

Bagi mereka internet sangat memudahkan mencari informasi pengembangan usaha serta bahan baku.

“Hal-hal positif inilah yang perlu terus didorong oleh lembaga terkait dan kita semua, agar UMKM yang memanfaatkan internet (TI) pun lebih mampu menahan tekanan krisis,” pungkas Ibu Agista Ariany.

Walau harus diakui, transformasi digital belum sepenuhnya terjadi di Indonesia dan di Sultra. Masih banyak UMKM yang belum siap menjalankan usaha secara digital. Ini sangat dipengaruhi oleh optimisme serta kompetensi dalam menggunakan internet, dan inilah yang harus diubah agar lebih baik.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

KOMPLOTAN PERAMPOK BERSENJATA TAJAM YANG SEMPAT MENYEKAP KORBANNYA DI BUTON UTARA DITANGKAP POLISI

Kawanan perampok bersenjata tajam berhasil diamankan Polres Buton Utara (Butur). Kawanan perampok itu sempat menyekap korbannya dalam kamar. Mereka berasal dari luar Buton Utara. Sejumlah barang bukti berupa ATM, beras, parang, obeng, dan senjata tajam jenis lainnya termasuk linggis berhasil diamankan oleh aparat kepolisian Buton Utara.@BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest