Muhammad Ali dan beberapa masa aksi saat hering bersama di pelataran kantor DPRD Wakatobi

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI,BP – Salah satu Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Sarif Hidayat ogah dengar sambutan manis dari Anggota DPRD Wakatobi dari fraksi Partai Golkar Muhammad Ali, hingga berkata jika ungkapan tersebut manis namun beracun.

Muhammad Ali dan beberapa masa aksi saat hering bersama di pelataran kantor DPRD Wakatobi
Muhammad Ali dan beberapa masa aksi saat hering bersama di pelataran kantor DPRD Wakatobi

Untuk diketahui, unjuk rasa tersebut terkait Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Pemerintah Daerah Wakatobi tahun 2021 yang dianggap tidak pro terhadap pelayanan dasar masyarakat Wakatobi.

Hal tersebut dengan tegas ia sampaikan dihadapan para anggota DPRD lainnya yang sempat hadir bersama puluhan masa aksi yang bergabung dengan mengatasnamakan Koalisi Wakatobi Menggugat saat hering dipelataran halaman Kantor DPRD Wakatobi pada Selasa (24/11).

“ Soal ucapan manis, kata-kata apresiasi bapak tentang gerakan ini biasa kita dengar, bahasa biasa itu, bahasa-bahasa manis tapi beracun. Supaya psikologinya mengademkan masa aksi agar kemudian supaya dengan ini kita bisa pulang, jangan tertipu dengan barang-barang begitu,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan kembali, poin-perpoin soal tentang pembahasan program mengenai penolakan KUA-PPAS yang tidak berpihak kepada masyarakat. Terlebih KUA-PPAS akan menjadi masa depan kabupaten Wakatobi satu tahun mendatang.

“ Tentukan ketuk palunya hari ini. Dengan tidak hadirnya Ketua DPRD hari ini kan tentu kita bertanya-tanya, biarkan publik menilai bahwa ketua tidak hadir menemui demostran, bukan karena tidak bisa tapi tidak mau,” tegasnya

Pihaknya juga menyampaikan jika hanya untuk menghadirkan Ketua DPRD Wakatobi bukan persoalan yang rumit, namun dibuat seolah-olah terdapat efek besar. Ia juga membandingkan jika hadirnya demonstran bertemu ketua DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu sering terjadi,

“ Jadi jangan buat opini dipublik seolah-olah hadirnya ketua di Depan Aspirator itu hal yang sulit dan mencederai gerakan-gerakan yang lain, jangan pak, jangan kita buat hal-hal seperti itu.” tukas Sarif masih kepada Anggota DPRD Muhammad Ali.

Sebelumnya, pada kesempatan pertama Muhammad Ali menyebutkan kepada para peserta aksi, normal yang mengatakan terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tinginya kepada para mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam gerakan aksi pada hari itu.

“ Saudara-saudara adik-adik aspirator, Pertama-tama kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, Walaupun biar sedikit tetapi adik-adik masih mempercayakan saudara-saudara Anggota DPRD yang mencoba duduk sama rata dengan kalian walaupun tingginya cuman berbeda satu jengkal,” ungkpanya.

Ia juga menambahkan jika untuk menemui Ketua DPRD Wakatobi yang merupakan pucuk tertinggi jabatan pada Lembaga DPRD tersebut memiliki mekanisme tersendiri sepanjang perjalanan DPRD Wakatobi menerima masa aksi.

BACA JUGA: Anggota DPRD Benarkan Jika, KUA-PPAS Wakatobi 2021 Tak ada Keberpihakan Pembangunan Untuk Mola Dan Kapota

“ Permitaan Adik-adik untuk menghadrikan Ketua DPRD disini kami juga apresiasi, cuman saya harus jelaskan satu hal bahwa di DPRD Wakatobi ini dalam sejarah perjalanan peneriman aspirasi itu ada tim aspirasi dan teman-teman DPRD yang lain yang ingin mendengarkan asprasi, ada yang bertanggung jawab untuk hal ini, dari aspirasi ini kemudian kami sampaikan ke pimpinan untuk ditindak lanjuti, begitu mekanismenya.” Tukasnya.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest