– Dibalik Persaingan Ketat

Peliput: Anto – Editor: La Ode Adrian

LABUNGKARI, BP – Banyaknya bisnis perbengkelan di Buton Tengah khususnya di Kecamatan Gu saat ini, tidak menyurutkan semangat Yut Darno (30) pemilik Bengkel Motor Yesfir untuk terus merintis usahanya itu.

Kepada Baubau Post, Darno mengatakan, dibalik kerasnya persaingan namun usaha yang dirintisnya tetap berjalan dengan, dimana omset yang didapatnya berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu perhari.

“Dalam satu hari itu saya punya pendapatan tidak tentu juga, kalau laku dengan barang bisa lumayan juga, tapi istilahnya bisa juga dapat Rp 200 ribu atau kadang 250 ribu sehari. Yah biar sedikit-sedikitkan yang penting kita syukuri maka pasti berkahnya kita nikmati,” ucapnya.

Dijelaskan, Darni memulai usahanya bengkelnya sejak tujuh tahun yang lalu, dan saat ini ia sedang menyusun strategi untuk meningkatkan kaulifikasi kemahirannya dibidang perbengkelan maupun menambah kuantitas pelanggan.

“Saya sudah persiapkan stempel maupun kelengkapan administrasi lainnya, makanya saya sering cerita-cerita sama orang-orang yang sudah senior, supaya minimal kita juga bisa punya dokumen lengkap atau surat-surat yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga orang-orang juga semakin berminat bawa motornya kesini bila ada kerusakan,” jelasnya.

Dikatakan, prinsip dasar yang ia tanamkan selama merintis usahanya yakni tidak suka dibanding-bandingkan dengan tukang bengkel lainnya. Menurutnya, setiap orang selalu mempunyai kekurangan dan kelebihan dalam bekerja, walau demikian ia tetap sangat mejaga kualitas hasil kerja serta mengutamakan kepuasan pelanggan.

“Misalnya kalau ada kerusakan motor, kalau orang mau percaya saya untuk kerja, yah silahkan bawa disini motornya. Tapi kalau tidak percaya saya ya jangan, karena tiap tukang bengkel itu kan beda-beda tehnik kerjanya. Intinya saya itu kerja mengutamakan kepuasan konsumen terhadap hasil kerja saya, karena saya tidak mau kerja asal-asalan,” ungkapnya.

Selain itu, akhir-akhir ini ia berupaya melengkapi administrasi legalitas berdasar hukum yang berlaku, dengan harapan agar masyarakat maupun pihak pemerintah tidak meragukan kepiawaiannya sebagai tukang bengkel yang profesional.

Dan dalam waktu dekat, Yut Darno berencana untuk menginjakan kakinya ke kota Ambon guna mendalami pengetahuan dan peningkatan kualitas perbengkelennya, serta menambah ilmunya terutama dibidang perbaikan AC.

“Kitakan harus juga tertib dengan administrasi, supaya pihak pemerintah atau konsumen yang ingin menggunakan jasa kita tidak ragu-ragu. Selesai tahun baru nanti rencana mau ke Ambon, saya mau pelajari dulu tekhnik memperbaiki AC, karena saya dengar juga orang cerita sekarang di kantor-kantor pemerintah sudah banyak yang mmenggunakan AC,” tutupnya.(*)