Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP – Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo, S.I.K pimpin upacara Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Ops Keselamatan Anoa 2022, bertemlat di lapangan upacara Polres Baubau, Selasa (01/03).

Dalam sambutannya Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo mengatakan, bahwa permasalahan dibidang lalu lintas saat ini berkembang dengan cepat dan dinamis. Ini diakibatkan atas meningkatnya ruas jalan, jumlah kendaraan bermotor dan populasi jumlah penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo, S.I.K saat menyematkan pin kepada salah satu anggota Satlantas Polres Baubau sebagai tanda pembukaan pelaksanaan Ops Anoa 2022

Menurutnya, permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan dan kemacetan, sehingga diperlukan upaya penanganan secara profesional dan komprehensif, agar tercipta Kamseltibcarlantas sebagaimana yang diharapkan.

” Kita menyadari, bahwa dalam menghadapi permasalahan dibidang lalu lintas tersebut, dibutuhkan peran serta seluruh stake holder, agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintahan lainnya, yang bertanggung jawab dalam pembinaan kamseltibcarlantas, yang selama ini dirasakan masih perlu ditingkatkan,” terangnya. Apabila tingkat koordinasi tersebut tidak optimal, maka akan berdampak pada kurang maksimalnya ketersediaan sarana dan prasarana lalu lintas jalan, regulasi angkutan over dimensi dan over loading, serta rendahnya tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat, dalam mematuhi aturan ataupun
ketentuan perundang – undangan di bidang lalu lintas,” terangnya.

Lanjut, mencermati permasalahan tersebut, berdasarkan instruksi presiden nomor 4 tahun 2013 tentang program decade aksi keselamatan jalan, ditetapkan 5 ( lima ) pilar yang merumuskan tentang manajemen keselamatan jalan yakni jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, serta penanganan pra dan pasca kecelakaan.

AKBP Pratomo mengatakan, Operasi Keselamatan tahun 2022 ini, merupakan salah satu upaya polri dalam rangka meningkatkan keselamatan masyarakat, yang dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum menjelang Idul Fitri, melalui pendekatan persuasive dan edukatif terutama dalam menekan penularan covid-19 di jalan.

” Adapun waktu pelaksanaan operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, sejak tanggal 1 Maret sampai dengan 14 Maret 2022,” ungkapnya.

baca juga: Buka POPDA 2022, La Ode Ahmad Monianse Harapkan Lahirnya Bibit Baru

” Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka operasi ini dilaksanakan dengan persentase kegiatan preemtif 50 % serta preventif 50%, untuk penindakan hanya dilakukan secara selektif prioritas terhadap pengemudi yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, namun tidak dilaksanakan target dalam jumlah penilangan,” imbuhnya.

Tak lupa ia juga menghimbau agar selama pelaksanaan operasi para personil untuk memperhatikan, faktor keamanan, keselamatan dan kesehatan diutamakan, khususnya pada saat melakukan penertiban pelanggaran lalu lintas. (*)