Peliput: Nelvida A

BAUBAU BP- Zaman terus berkembang seluruh teknologi semakin canggih begitu pula untuk area kegiatan panen yang semakin tahun semakin berkembang.

Sebagian besar lahan persawahan yang ada di wilayah persawahan Ngkaring-karing telah melakukan panen dengan menggunakan alat panen yakni grandong atau bisa disebut dengan Combine harvester namun baru sekitar 50 persen lahan menggunakan alat tersebut.

Selain grandong teknik panen juga menggunakan dros.

Kegiatan panen menggunakan grandong

” Baru sekitar 50 persen lahan persawahan yang menggunakan grandong, sebagiannya menggunakan dros,” jelas salah seorang petani di wilayah Ngkaring-karing I Kadek Suyasa, saat ditemui wartawan Baubau Post, Rabu (28/04).

Berbeda halnya dengan dahulu teknik panen yang secara gotong royong, kekeluargaan dan masih memisahkan padi dari batang dengan cara tradisional. Seiring berjalannya waktu teknik modern pun bermunculan yakni dengan menggunakan mesin panen yang sangat memudahkan petani dalam melangsungkan panen.

” Sudah ada sekitar 6 alat panen yang ada di wilayah Ngkaring-karing, dengan alat panen tersebut petani sangat terbantu,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa untuk ukuran lahan sekitar 1 hektar dapat dipanen dengan waktu dua jam. Dengan pembagian hasil 9 gabah kering untuk petani dan 1 gabah kering untuk alat panen.

Sama halnya dengan teknik panen menggunakan dros namun untuk teknik ini menggunakan tenaga panen sebanyak 12 orang, dengan ukuran lahan satu hektar dapat dipanen selama dua hari.

” Untuk sistem pembagian 10 gabah kering keluar satu, dan kalau untuk grandong 1 hektar dapat selesai 2 jam kalau untuk dros 1 hektar 2 hari dengan tenaga panen 12 orang,” terangnya.

Namun ada kondisi lahan yang tidak dapat menggunakan alat grandong yakni seperti rawa-rawa karena ada beberapa lahan yang ada di Ngkaring-karing yang sulit menggunakan grandong. Untuk hasil panen dimusim barat dapat dikategorikan berhasil.

baca juga: Pemkot Baubau Tetapkan Zakat Fitrah dan Infaq Tahun 2021, Rusli Iru: Besaran Zakat Fitra Rp 35.000, Infaq Rp 5.000

” Dengan adanya alat panen grandong dapat lebih efisien dan biaya memadai serta hasilnya panennya bagus,” ungkapnya. (#)