Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Pj Bupati Buton Tengah (Buteng) Drs H La Ode Ali Akbar MSi punya cara tersendiri untuk memantau kehadiran dan loyalitas bawahannya. Dalam melakukan pantauannya, Ali Akbar hanya mengendarai sepeda motor tanpa ada pengawalan khusus maupun ajudan yang menemani.

Kepada Baubau Post, Ali Akbar mengatakan sejak memulai aktifitasnya sebagai Pj Bupati Buteng, ia sering melakukan pantauan ke tiap-tiap kantor yang ia kehendaki, kunjungan yang ia sasar terutama ke sekolah-sekolah, puskesmas maupun kantor dinas.

“Kayak puskesmas kita harus lihat, karena puskesmas itu kan sifatnya pelayanan kepada masyarakat, kalau puskesmas tidak siap bagaimana dengan masyarakat, sehingga saya punya kewajiban sebagai kepala daerah melakukan kunjungan ke puskesmas dan sekolah-sekolah, karena meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebenarnya ada dua, kita tingkatkan pendidikannya dan kita jaga kesehatannya,” ucap Ali Akbar, Kamis (15/12).

Dijelaskan, bila ia memiliki waktu kosong atau waktu luang pada saat jam kantor, maka ia lebih memilih untuk mengunjungi sekolah-sekolah maupun kantor-kantor, baik kantor dibawah naungan Pemkab Buteng maupun instansi vertikal.

“Kalau tidak ada yang saya tanda tangani di kantor dari pada saya tinggal duduk-duduk lebih baik saya kunjungi sekolah-sekolah, kantor-kantor, baik pihak kepolisian maupun TNI saya datangi. Target saya kalau kunjungi aparat keamanan itu pertama silaturahmi dalam rangka pengamanan-pengamanan pilkada, dalam rangka keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan, pantauan yang dilakukannya tanpa pengawalan adalah keinginan diri sendiri, karena Ali Akbar beranggapan bahwa Buteng merupakan daerah yang sangat aman.

“Target dan sasaran yang saya ingin capai disini yang prtama saya ingin melaksanakan tata pemerintahan dengan baik, menjaga ketertiban, persatuan dan kesatuan masyarakat, kemudian bagaimana kualitas sumber daya manusianya baik masyarakat maupun aparatur, itu yang saya harapkan, sehingga ketika semua bisa berjalan bagus maka pemerintahan juga bisa berjalan dengan baik, masyarakat juga merasa aman untuk bekerja,” pungkasnya.

Tambahnya, jika saat berkunjung ia mendapati seorang kepala dinas yang belum berkantor pada jam yang sudah ditentukan, maka akan jadikan catatan tersendiri bagi kepala dinas yang bersangkutan, kemudian akan ditindak lanjuti dengan pemberian teguran peringatan bahkan sanksi. Hal itu dilakukannya guna memaksimalkan kinerja para pejabat daerah, sekaligus agar roda Pemerintahan Kabupaten Buteng dapat berjalan dengan baik.

“Kalau saat saya kunjungi ternyata tidak ada kepala dinasnya maka itu akan menjadi catatan bagi saya, bila diperlukan untuk penegakkan tata kelola pemerintahan agar berjalan lancar maka bisa saja saya kasih teguran, peringatan, bahkan sanksi bagi yang bersangkutan, karena saya inginkan di daerah Buton Tengah ini di masa pemerintahan saya bisa berjalan dengan bagus, sehingga pelayanan dengan masyarakat juga bagus,” tutupnya.(*)