• GTC-19 Baubau: Akibatnya Kru Feri Kamaru-Wanci Juga Harus Menjalani Isolasi

Peliput: Prasetio M — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Saat akan dilakukan karantina mandiri terhadap 20 orang pasien yang dinyatakan positif Covid-19 , salah satu pasien wanita berinisial H kabur dari Kota Baubau menuju pelabuhan Kabupaten Wakatobi. Pasien tersebut diketahui berada di salah satu kapal fery penyebrangan Kamaru – Wanci.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau Dr Wahyu saat dihubungi BaubauPost, Minggu (05/07) mengungkapkan setelah mendapatkan informasi ada 20 pasien positif Covid-19, pihaknya segera menghubungi seluruh pasien termasuk pasien H untuk menjalani isolasi mandiri di rumah sehat terpusat Kota Baubau .

Petugas GTC-19 Wakatobi saat memberikan arahan protokol keaehatan kepada rombonga penumpang dan ABK, yang di ketahui salah satu penumpanyanya merupakan pasien Positif Covid-19. Foto Prasetyo M–BaubauPost

“ Saat di telpon, bagai mana ibu mau kami jemput, katanya dia akan datang sendiri di antar paman saya, rupanya itu (pasien) berbohong, selang berapa menit di telpon rupanya sudah tidak aktif. Rupanya besoknya dia diam-diam ke Kamaru menggunakan kendaraan umum menyeberang dengan fery menuju ke Wanci,” kata Wahyu.

Dikatakan, pasien tersebut merupakan penduduk Wakatobi, namun dirujuk oleh salah satu Puskesmas di Wakatobi ke Rumah Sakit Siloam Baubau karena penyakit yang diderita. “ Di Silioam kan semua pasien wajib rapid dan reaktif, kemudian dia di swab,” ungkapnya

Lanjutnya, Gugus Tugas Covid-19 Baubau berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Wakatobi, sehingga pasien di jemput di atas kapal untuk selanjutnya menjalani isolasi Rumah Sakit Wakatobi. Atas kelakuan tidak kooperatif pasien H tersebut, sebanyak 26 penumpang dan 16 ABK fery harus di isolasi.

“Sangat disayangkan, karena pasien tidak mempertimbangkan orang lain. Selama di Kota Baubau Pasien mengaku tinggal di salah satu penginapan dan tidak mau terbuka, dan disebutlah nama penginapanya yang sebenarnya tidak ada di Baubau,” ungkapnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mampu mengendalikan kepentingan dirinya ataupun rasa takut dan mau berkerja sama dengan pemerintah. Pasalnya pemerintah bertanggung jawab untuk menyembuhkan, dari pada pasien berbuat nekad dan merugikan orang banyak.

“Kerjasama dan kooperartif dari masyarakat, agar pengendalian Covid-19 dapat dilakukan dengan baik,” tutupnya. (**)

Pin It on Pinterest