Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Meski Kota Baubau telah memiliki alat pendeteksi Covid19 yaitu Tes Cepat Molekuler (TCM), namun untuk pasien baru yang berstatus orang dalam pengamatan (ODP) masih harus melakukan pemeriksaan swab di Rumah Sakit (RS) Bahteramas Kendari.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau dr Wahyu saat dikonfirmasi Baubau Post belum lama ini.

Dr Wahyu SKM
Dr Wahyu SKM

Dikatakannya, ketika pasien telah dinyatakan positif Covid19 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium (PCR) di RS Bahteramas Kendari maka selanjutnya akan dilakukanlah langkah perawatan (karantina).

Kemudian, untuk mengetahui hasil akhir apakah pasien tersebut sudah negatif (sembuh) ataukah masih positif maka bisa menggunakan alat TCM di RS Baubau.

“Jadi masing-masing mempunyai fungsi, untuk pemeriksaan sampel baru bisa menggunakan PCR di RS Bahteramas Kendari. Sementara untuk pengulangan guna mengetahui apakah dia sudah negatif ataukah masih positif maka bisa menggunakan alat TCM di RS Baubau,” jelasnya.

Meskipun Wahyu tidak mengetahui pasti mengenai persentase akurasi kedua alat pendeteksi virus mematikan ini, namun dirinya memastikan kedua alat ini memiliki tingkat keakuratan yang hampir sama.

“Saya tidak tahu persentase akurasinya tapi dua-duanya itu akurat, baik itu Laboratorium PCR maupun TCM,” pungkasnya. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

KOMPLOTAN PERAMPOK BERSENJATA TAJAM YANG SEMPAT MENYEKAP KORBANNYA DI BUTON UTARA DITANGKAP POLISI

Kawanan perampok bersenjata tajam berhasil diamankan Polres Buton Utara (Butur). Kawanan perampok itu sempat menyekap korbannya dalam kamar. Mereka berasal dari luar Buton Utara. Sejumlah barang bukti berupa ATM, beras, parang, obeng, dan senjata tajam jenis lainnya termasuk linggis berhasil diamankan oleh aparat kepolisian Buton Utara.@BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest