Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Baubau mengumpulkan data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Mereka akan dimasukkan sebagai penerima sambungan pipa gratis tahun 2021.

Sebelumnya pihak PDAM Baubau telah melayangkan surat permintaan data masyarakat ke kelurahan untuk program ini per tanggal 18 November 2020. Dalam surat ini memuat kriteria penerima.

Jemmy Hersandy

Kriteria tersebut yakni rumahnya yang memiliki daya listrik maksimal 1300 watt. Tampilan depan rumah sederhana, bukan rumah kontrakan, dan bukan fasilitas umum.

Syarat lainnya bersedia menandatangani surat untuk berlangganan PDAM Baubau, membayar rekening air setiap bulan, dan belum pernah memiliki penyambungan atau menunggak sebagai pelanggan PDAM.

“Kemudian disesuaikan dengan alamat yang tertera di KTP maupun KK, jangan sampai tidak sesuai,” kata Dirut PDAM Baubau Jemmy Hersandy SE.

Lanjut Jemmy, progam ini sendiri berdasarkan Surat Wali Kota Baubau No 690/3800/SETDA tanggal 24 September 2020 perihal minat untuk mengikuti program hibah air minum perkotaan bantuan SR-MBR.

“Kami sudah menyampaikan kepada pihak kelurahan, untuk mensosialisasikan program ini ke masyarakat melalui RT/RW,” ujar Jemmy.

Nantinya data masyarakat yang sudah terkumpul, akan diverifikasi kembali oleh tim dari KemenPUPR tentang kelayakannya. Belum ada kuota tertentu yang dipatok, pihaknya baru sebatas mengumpulkan data.

“Diusahakan yang terkumpul sebanyak 1500 SR-MBR untuk tahun 2021,” harapnya.

BACA JUGA: Lantik Direktur PDAM Baubau, AS Tamrin Ingatkan Jemmy Hersandy Utamakan PDAM Daripada Bisnis Pribadinya

Pihaknya diberi batasan waktu pengumpulan data hingga Januari 2021. Untuk itu, PDAM Baubau terus menggenjot pengumpulan datanya.

Jemmy berharap, program SR-MBR ini dapat meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. (**)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest