Peliput: Alamsyah Pradipta

WAKATOBI, BP – Untuk mencukupi suplai air dan memberi pelayanan lebih baik lagi untuk masyarakat Wakatobi, PDAM Wakatobi membangun fasilitas pengubah air hambar ke air tawar (Teknologi RO). Kepala PDAM Wakatobi, Ahmad Munianse mengatakan, peningkatan kualitas dan pelayanan adalah prioritas utama.
“Selama ini saya lihat komitmen pemerintah daerah membangun air bersih di Wakatobi itu cukup bagus, komitmen kami dan pemerintah itu ada, pemerintah menyiapkan pipa, kami siap mengoprasikannya, karena harapan masyarakat Wakatobi sendiri menginginkan peningkatan kualitas dan harga air yang murah,” ungkapnya, Minggu (23/10).
PDAM Wakatobi melakukan banyak upaya untuk menekan biaya operasional PDAM semakin murah. Salah satunya dengan menggunakan pebangkit listrik untuk mengalirkan air.
“Langkah-langkah kami saat ini untuk peningkatan pelayanan, dengan menganti pembangkit menggunakan genset, jadi dengan alat ini dapat menekan biaya dimasyarakat, jadi lebih murah harganya dibandingkan sebelumnya,” ungkapnya.
Ahmad menambahkan, untuk membantu meningkatkan mutu pelayanan PDAM, pihaknya mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah pusat sebesar Rp 5 miliyar. “Dana ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan PDAM di Kaledupa, dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Wakatobi membangun dua unit pengelola air hambar menjadi air tawar, yang terdapat di Pulau Wangi-wangi dan Pulau Binongko. Sehingga diharapkan, masyarakat Wakatobi tidak lagi dihadapkan dengan masalah kekurangan air tawar. (#)