Maket Pembangunan Kota Kendari jadi Kota Budaya dan Pariwisata

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP- Gubernur Sultra H Ali Mazi akan merubah Kota lama di Kendari menjadi Kota budaya dan pariwisata. “Saudara sekalian, kami —saya dan Pak Lukman Abunawas, akan menjadikan Sulawesi Tenggara ini sebagai provinsi budaya dan pariwisata.” Demikian Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH., membuka presentasinya, di Ruang Serbaguna, Rujab Gubernur Sultra.

Maket Pembangunan Kota Kendari jadi Kota Budaya dan Pariwisata
Maket Pembangunan Kota Kendari jadi Kota Budaya dan Pariwisata

Sebelum pertemuan dan presentasi dimulai, undangan yang hadir harus melalui meja rapid test Covid-19.

Dalam presentasi selama 60 menit, visi Gubernur Ali Mazi yang hendak mengubah kawasan Kota Tua (Kendari Lama) sanggup membuat hadirin terpukau berkali-kali. Tentu saja, visi besar Gubernur Ali Mazi terkait penataan kawasan (revitalisasi dan pembangunan) Kendari Tua, bahkan dikomparasikan dengan prospektus Singapura—negara kecil tanpa SDA yang mampu menjadi negara kaya karena PAD dan kepariwisataan.

Sejak dimodernisasi oleh mantan Perdana Menteri, Lee Kuan Yew, Singapura sudah dirancang untuk menjadi kota modern dalam tiga dasawarsa ke depan. Sejak memisahkan diri dari Federasi Malaya (Malaysia), namun Presiden Soekarno menolak inisiatifnya agar Singapura dapat bergabung dengan Republik Indonesia, PM Lee kian menyadari bahwa negaranya yang tanpa SDA itu, tidak akan berdaya tanpa Indonesia. Maka visinya pun dipertaruhkan. Singapura ia bangun dengan konsep Integrated Tourist Area, atau Kawasan Wisata Terpadu, yang semata-mata bergantung pada sektor jasa. PM Lee meremajakan kawasan-kawasan tua, dengan modernisasi arsitektural yang fungsional. Ia undang semua merek terkenal untuk membuka gerai mereka di Singapura dengan minimum tax sebagai kebijakan utamanya. Tujuannya, agar orang-orang Indonesia tidak harus jauh hanya untuk berbelanja dan menghabiskan uang mereka. PM Lee harus menghabiskan hampir separuh cadangan devisanya untuk membangun kawasan-kawasan pariwisata, dan separuh kebutuhan pembangunnya ia peroleh dari investor. Singapura benar-benar hidup dari sektor jasa. Singapura disulap PM Lee menjadi area transit dengan fasilitas yang memanjakan hasrat tetirah siapapun yang berkunjung. Posisi Singapura yang berada di semenanjung dan tepat berada di gerbang masuk Indonesia di bagian Barat menjadikan pelabuhan utama di negara itu menjadi tempat persinggahan yang ideal.

Maka, visi Gubernur Ali Mazi melampaui tiga dekade PM Lee. “Zanderij” akan dibenahi dan kemungkinan mengalahkan kemegahan Singapura. Gubernur Ali Mazi percaya bahwa visinya akan menjadi misi yang prestisius. Kota Kendari harus maju dan modern sebagai ibukota Sulawesi Tenggara.

Di hadapan sejumlah calon investor, pimpinan OPD Prov. Sultra, dan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGuPP) Sultra, Gubernur Ali Mazi mempresentasikan gagasannya dengan satu poin besar; Rencana Penataan Kawasan Kota Tua Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Presentasi yang dilengkapi dengan video eksisting kota tua sebelum pembangunan Jembatan Teluk Kendari, dan video eksisting kawasan yang sama setelah rampungnya Jembatan Teluk Kendari. Gubernur Ali Mazi akan menghadirkan kembali China Town yang dulu pernah ada, kawasan bersejarah yang terkena dampak proyek sprit Jembatan Teluk Kendari.

Bersama Jembatan Tona, Jembatan Teluk Kendari (JTK) adalah program Gubernur Ali Mazi ketika menjabat Gubernur Sultra di periode 2003-2008. Deskripsi dan rancangan awal pembangunan Jembatan Teluk Kendari terekam dengan baik dan dapat dibaca di buku “Stelsel Masyarakat Sejahtera – Sultra Raya 2020”, terbitan tahun 2003. Sehingga dapat dimengerti bahwa gagasan menjadikan Kota Kendari sebagai Kawasan Wisata Terpadu juga sudah dirancang sejak tahun 2003, bersamaan dengan rancangan struktur Jembatan Teluk Kendari.

Gubernur Ali Mazi telah mendesain kawasan Kendari Tua menjadi focal point (titik fokus) untuk Kota Kendari. Nantinya, kawasan Kendari Tua yang telah direvitalisasi itu akan terkoneksi dengan Kawasan Pariwisata Terpadu Toronipa; terkoneksi dengan Jembatan Teluk Kendari; terkoneksi dengan kawasan Tugu Persatuan / MTQ Square; terkoneksi dengan pelabuhan Kendari – Wawonii; terkoneksi dengan jalur pelayaran Kendari – Luwuk – Gorontalo – Bitung – Miangas; terkoneksi dengan kawasan pariwisata di Muna, di Baubau, di Wakatobi, di Konsel, di Bombana, dan di Kolaka. Secara umum akan terkoneksi dengan seluruh kawasan pariwisata di 17 kab/kota.

Gagasan besar tentu butuh dukungan besar. Gubernur Ali Mazi tentu butuh dukungan seluruh stakeholder yang ada dan semua pihak yang menangani kebijakan di tingkat pusat. “Besar harapan kami hadirnya pemerintah pusat secara interventif dalam anggaran penataan ini. Akan kita atur juga skema investasi bagi pihak manapun yang siap berinvestasi kepariwistaan di kawasan-kawasan potensial ini,” kata Gubernur Ali Mazi.

Mengenai Penataan Kawasan Kota Tua, sebelum lanjut ke tahap pembangunan fisik, konsep penataannya baru akan dimasukkan dalam pembahasan APBD 2021.

Dalam visi Gubernur Ali Mazi, Kendari akan menjadi sebuah kota besar dan titik penting di kawasan Indonesia Tengah, dan Sulawesi. Sejak dimukimi, Zanderij*) sudah menampakkan potensinya sebagai kawasan multikultural, multisosial, dan multidimensional. Kawasan ini memenuhi syarat sebagai sebuah metro dengan segala fasilitas pendukung yang fungsional. Sebagai kawasan yang disebut sebagai “kota paling aman di Indonesia”, Kendari memiliki segala ukuran untuk dijadikan basis investasi city tourism.

“Kita semua punya kewajiban membangun Sulawesi Tenggara, membangun Kota Kendari, tempat kita dilahirkan, tempat kita untuk mencari nafkah. Ini penting sekali. Jadi, jangan pernah beranggapan bahwa ada warga kelas dua. Di Kota Kendari tidak ada warga kelas dua. Di sini (Kota Kendari, -red.) kita semua sama. Tidak boleh ada penonjolan suku dan ras. Kita satu, warga Kota Kendari, warga Sulawesi Tenggara. Hak-hak kita semua dilindungi oleh Undang-undang. Ini yang paling penting, sehingga kita bahu membahu, bekerja sama, membangun daerah ini dalam kebersamaan. Silaturahmi di antara sesama kita,” tegas Gubernur Ali Mazi.

Potensi Kota Kendari sebagai destinasi berbasis city tourism memang ada dan menunggu dikembangkan. Gubernur Ali Mazi mengenang “Kendari Werk”, sebuah toko kerajinan emas dan perak yang kemudian ikonik. Dalam sejarah di zamannya, produksi Kerajinan Kendari (Werk; bahasa Belanda, -red.) berkualitas tinggi. Queen Elizabeth, Ratu Kerajaan Britania Raya, bahkan pernah memesan khusus miniatur replika Kereta Kencana Kerajaan Inggris, yang dibuat dari perak —yang kini masih tersimpan dan menjadi koleksi di Istana Buckingham. []

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest