Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Sekelompok guru di Kabupaten Buton Selatan meminta kepada Panitia Khusus PGRI Buton segera digelar Konferensi I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Busel, yang beranganggapan bahwa mekanisme pemilihan Pengurus PGRI Busel beberapa waktu lalu dinilai tidak sesuai amanat ART PGRI pasal 18 ayat 1,2 dan 3, serta pasal 36 ayat 4, dimana dijelaskan bahwa proses pemilihan pengurus PGRI tingkat kabupaten harus dipimpin oleh pengurus provinsi.

La Nesa SPd MSi selaku Ketua Panitia Khusus (Sekretaris PGRI Buton) mmengatakan, guru di Buton Selatan mendesak panitia khusus yang dibentuk oleh PB PGRI untuk menggelar konferensi I PGRI Buton Selatan, karena mekanisme dan tata cara pemilihan Pengurus PGRI Busel tersebut telah menyalahi AD/ART PGRI serta tidak melibatkan semua guru yang ada di Busel.

“Pelantikan pengurus oleh pengurus provinsi harus dilakukan setelah Pengurus PGRI Busel terpilih saat konferensi disaksikan oleh semua peserta konferensi,” ucap La Nesa melalui pres rilisnya.

La Nesa beranggapan pemilihan Pengurus PGRI Busel itu dilakukan sesuka hati dan tidak melibatkan pengurus provinsi, sehingga dinilainya hal itu menyalahi AD/ART PGRI. Kemudian, pengurus PGRI kabupaten harus dipilih oleh pengurus cabang dan ranting, sementara ada beberapa pengurus cabang terutama pengurus ranting belum terbentuk dan tidak disertakan dalam pemilihan pengurus kala itu. Maka, karena banyak pengurus ranting yang belum terbentuk, La Nesa mengatakan mestinya harus diberi kesempatan pada semua guru untuk hadir memilih Pengurus PGRI Busel, bukan hanya perwakilan guru yang telah disetting.

“PGRI adalah organisasi profesi bukan tipu-tipu. Mari kita hargai organisasi ini,” ujarnya

Tambahnya, ada aspirasi sejumlah para guru di Busel yang diterimanya meminta hal ini segera dilaporkan ke pengurus pusat (PB PGRI), agar segera digelar Konferensi I PGRI Busel dengan melibatkan semua guru, agar pengurus yang terpilih benar-benar demokratis, berwibawa, dan diakui serta dihargai oleh para guru, karena mekanisme pemilihannya benar sesuai AD/ART PGRI.

“Desakan dari para guru itu akan dikoordinasikan dengan pengurus pusat (PB PGRI), mudah-mudahan dalam waktu dekat ada tanggapan dan kita bisa gelar konferensi secepatnya. Kalau tidak bisa maka kita menunggu selesai pilkada baru digelar Konferensi I PGRI Busel,” tutupnya.(*)