Peliput: Gustam — Editor: Ardi Toris

PASARWAJO, BP- Pencegahan stunging terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton. Melalui Tim Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting, Pemkab Buton menggelar rapat koordinasi pelaksanaan aksi analisis situasi program penurunan stunting.

Rapat yang digelar di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buton itu, bertujuan untuk mengindetifikasi sebaran prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Buton.

Rapat tersebut merupakan aksi pertama dari delapan aksi konvergensi (penggabungan-red) dengan instansi terkait dalam rangka penurunan stunting di Buton.

Pemkab Buton menggelar rapat koordinasi pelaksanaan aksi analisis situasi program penurunan stunting.Foto Gustam–BaubauPost

Delapan aksi konvergensi tersebut diantaranya aksi analisa situasi, aksi rencana kegiatan, aksi rembuk stunting, aksi perbup/perwali tentang peran desa, aksi Kader Pembangunan Manusia (KPM), aksi manajemen data, aksi pengukuran dan publikasi, serta aksi review kinerja tahunan.

Hadir dalam rapat tersebut sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi Infromatika dan Persandian, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, BKKBN, Dinas Pendidikan, dan Dinas PU.

Kepala Bappeda Kabupaten Buton, Ahmad Mulia mengimbau, semua yang terlibat dalam penanganan stunting di Kabupaten Buton untuk tetap melakukan kerjasama dalam mendukung penurunan stunting.

“Kita akan terus berupaya untuk mewujudkan masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, pemenuhan sanitasi dasar dengan menyusun rencana kegiatan dan penganggaran sesuai dengan lokus yang disepakati bersama dan akan diperluas secara bertahap,” kata Ahmad.

Ia juga menyarankan, agar semua yang melaksanakan program pencegahan stunting tetap waspada dan menaati protokol kesehatan. “Jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker,” tutup Ahmad. (*)

Pin It on Pinterest