Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Asisten Satu Pemkab Wakatobi, Amiconi, mewakili Bupati Wakatobi H Arhawi Ruda, membuka kegiatan pelatihan berupa simulasi penanggulangan darurat pertama di areal Bandara Matahora Wakatobi, Selasa (6/12).
Amiconi, usai kegiatan simulasi itu mengatakan pelatihan berjalan seperti kejadian sesungguhnya. Semua pihak terkait yang ambil bagian bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya bekerja sesuai prosedur tetap. “Pelatihan ini berjalan seperti kejadian sesungguhnya. Berjalan lancar sesuai tupoksi masing-masing,” terang Amiconi.
Amiconi, berharap bahwa dengan berjalan suksesnya pelatihan itu diharapkan kedepan tidak ada kejadian sesungguhnya yang terjadi di Bandara Matahora Wakatobi. “Saking berfungsinya tupoksi masing-masing pihak yang ikut terlibat, maka kita saksikan seperti kejadian sebenarnya. Namun lagi-lagi ini adalah simulasi, dan jangan pernah terjadi di Wakatobi,” harapnya.
Menurut Amiconi, simulasi penanggulangan darurat di Bandara sekaligus menguji dan mengevaluasi kinerja masing-masing pihak terkait dengan tugasnya dalam penangggulangan darurat. “Jadi ini sekaligus pemantapan dan persiapan seluruh elemen terkait dalam mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” ucap Amiconi.
Kepala Bandara Matahora Wakatobi, Sarmin, mengatakan pelatihan penanggulangan darurat yang dilaksanakan itu untuk pertama kalinya. Kedepan juga akan dilakukan kegiatan yang sama. “Kegiatan ini dengan tema, Dengan pelatihan penanggulangan darurat, kita tingkatkan fungsi komando, koordinasi, dan komunikasi antar stakeholder dalam rangka meningkatkan keselamatan, keamanan terhadap pelayanan nasional,” ujar Sarmin.
Dalam pelatihan itu turut dihadiri antara lain yakni Kepala Bandara Matahora, Kadis Perhubungan Wakatobi, Kasat Sabara Polres Wakatobi, Dan POS AL Wakatobi, perwakilan Perwira penghubung Wakatobi, SAR Wakatobi, BPBD Wakatobi, BTNW, perwakilan maskapai penerbangan Bandara Matahora serta sejumlah siswa-siswi SMKS Unggulan Wakatobi.Tenaga medis yang diturunkan terdiri dari sejumlah pegawai RSUD Wakatobi dan Puskesmas Wangi-Wangi.
Dalam kegiatan pelatihan itu, pihak bandara menyiapkan seluruh perangkat dan atribut layaknya kejadian sesungguhnya. Tampak sebuah pesawat dengan Maskapai penerbangan ATR 72 Kaliriku Air terbakar diluar landasan pacu. Dalam musibah itu, pesawat mengangkut 35 penumpang termasuk crew pesawat. Sehingga setelah dievakuasi terdapat satu penumpang meninggal dunia, 4 luka berat, 11 luka ringan dan sisanya hanya mengalami shock. Semua penumpang dan crew diperankan siswa-siswi SMKS Unggulan Wakatobi. (***)