Wali Kota Baubau AS Tamrin membacakan sambutannya dalam seminar pendahuluan Studi Kelayakan Kawasan Infrastruktur Strategis

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Sejumlah infrastruktur strategis akan dibangun di Kota Baubau. Studi kelayakan pengembangan infrastruktur strategis tersebut dibahas Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Senin (30/11).

Beberapa kawasan infrastruktur strategis di Kota Baubau seperti jalan lingkar, Bypass Pelabuhan Feri-Waruruma, dan jembatan Buton-Muna. Pembangunan infrastruktur ini sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Kota Baubau tahun 2014-2034.

Wali Kota Baubau AS Tamrin membacakan sambutannya dalam seminar pendahuluan Studi Kelayakan Kawasan Infrastruktur Strategis
Wali Kota Baubau AS Tamrin membacakan sambutannya dalam seminar pendahuluan Studi Kelayakan Kawasan Infrastruktur Strategis

Wali Kota Baubau AS Tamrin dalam sambutannya mengatakan, ketiga proyek strategis ini berorientasi positif pada semangat kejayaan Kesultanan Buton masa lalu. Di mana Kota Baubau menjadi simpul utama dari semua aktivitas sosial ekonomi dan kemasyarakatan di kawasan tersebut.

“Saat ini letak strategis Kota Baubau menjadi sentral dari beberapa daerah sekitarnya seperti Wakatobi, Buton Selatan, Buton Tengah, Muna, Buton Utara, dan Buton,” katanya.

Sehingga kata dia, pengembangan tiga kawasan infrastruktur strategis itu, ke depan akan memastikan Kota Baubau siap sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Buton jika sudah terbentuk.

AS Tamrin menjelaskan, jalan lingkar, Bypass, dan jembatan Buton Muna dibangun untuk mengurai kepadatan lalu lintas, utamanya kendaraan bermuatan berat. Diharapkan infrastruktur ini bisa menjadikan Kota Baubau berkembang dua kali lebih cepat dari daerah sekitarnya (Hinterland).

Khususnya jalan lingkar, bisa menjadi jalur alternatif untuk mempercepat waktu tempuh dari Kecamatan Bungi ke Betoambari. Jalur ini melewati empat kecamatan yakni, Bungi, Sorawolio, Wolio, dan Betombari.

“Di mana jalur ini lebih cepat menempuh daerah tujuan, dibandingkan harus melalui jalan yang ada di pusat kota,” paparnya.

BACA JUGA: DAK Infrastruktur Jalan di Baubau Tahun Ini Rp 13 Miliar

Pemkot Baubau optimis jalan lingkar dapat meningkatkan nilai jual lahan yang dilewatinya dan sebaran penduduk lebih merata. Sehingga kawasan permukiman bisa lebih meluas dan tidak hanya terpusat di satu titik saja.

“Nilai lahan dalam suatu kota dianggap memiliki kaitan yang erat dengan penggunaan lahan. Penggunaan dan harga lahan akan saling menentukan dengan berkembangnya area perkotaan,” imbuhnya. (**)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest