BAUBAU, BP- Genjot populasi sapi, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Pertanian (Distan) menerapkan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) tahun ini.

Sikomandan merupakan program nasional yang dulunya bernama Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) melalui Inseminasi Buatan (IB).

“Untuk tahun 2020 ini kegiatan Upsus Siwab diganti dengan nama Sikomandan, walaupun cara kerjanya sama,” ungkap Kabid Peternakan Distan Baubau drh Jusriati.

Kepada Baubau Post, Jusriati mengaku, program tersebut merupakan upaya Pemerintah Pusat meningkatkan ekspor sapi. Targetnya, tiga kali ekspor dalam satu tahun.

“Upsus Siwab ini kan sasarannya untuk menghasilkan tiga juta ekor sapi (secara nasional-red) inshaa Allah sudah terwujud, jadi sekarang diganti Sikomandan, karena programnya pak menteri itu harus tiga kali eksport. Jadi harus kita genjot populasi sapi,” ujarnya.

“Sebenarnya sasarannya itu Inseminasi Buatan (IB) karena hasilnya bagus. Kalau kawin alam, terkdang satu gen, nanti hasilnya kerdil, cacat atau mati, tapi kalau IB itu sudah terpilih semennya,” tambah Jusriati.

Ia mengakui, populasi sapi di Kota Baubau saat ini masih minim. Sementara tingkat kebutuhannya tinggi, sehingga diperlukan upaya khusus untuk mengantisipasi itu.

“Kita ini kan masih kekurangan populasi sapi, sedangkan tingkat kebutuhan tinggi, jadi kita masih ambil di Buton Tengah, Buton Utara,” tandasnya. (*)

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest