• Monianse: Payungi Beberapa Unit Bisnis

BAUBAU, BP – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mengusulkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pembentukan Perushaan Daerah (Perusda) PO5 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (09/12). Perusda ini untuk mewadai beberapa unit usaha di Kota Baubau.

Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse menjelaskan, di Kota Baubau terdapat beberapa unit bisnis yang harus dikelola oleh Perusda. Beberapa unit bisnis ini menurutnya, memiliki nilai potensial untuk meningkatkan perekonomian Kota Baubau.

“Perusda itu untuk memayungi beberapa unit bisnis, karena banyak sarana dan prasarana yang dibangun Pemkot yang memiliki nilai ekonomi yang baik. Tapi kan tidak mungkin dikelola langsung oleh Pemkot, maka harus ada Perusda, olehnya Pemkot membentuk perusda untuk mengelola itu,” jelasnya kepada awak media.

Monianse mencontohkan unit bisnis yang dapat dikelola oleh Perusda PO5 yakni, pasar, parkiran, kawasan Kotamara, Pantai Kamali, Wantiro, hingga Gedung Maedani. Pemkot Baubau sudah berinvestasi, namun tidak dapat langsung mengelola tempat-tempat tersebut.

Menurutnya pengelolan unit-unit usaha tersebut belum begitu optimal, sehingga dibutuhkan Perusda. Misalnya dalam pengelolaan Gedung Maedani, diperlukan pengelola yang lebih profesional dan terstruktur dengan baik.

“Gedung Maedani juga sudah harus dikelola Perusda, supaya mereka mempromosikan dan mengatur, sehingga pemerintah tidak melakukan pemeliharaan lagi, karena kita harapkan Perusda yang akan memberikan perbaikan dari hasilnya, termasuk membangun kerja sama dengan perusahaan lainnya,” paparnya.

Sementara untuk penamaan PO5, diusulkan oleh Walikota Baubau AS Tamrin. Dengan penamaan PO5, pihaknya berharap Perusda yang dibentuk dapat terbangun berdasarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam PO5 yakni Pomaa-maasiaka, Poma-maeaka, Popia-piara, Poangka-angkataka, dan Pobinci-binciki kuli.

“Jadi label PO5 itu merupakan nilai luhur yang sudah memang terlahir dan terinternailisasi dalam masyarakat Baubau dan Buton pada umunnya,” ucapnya.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest