Laporan: Hasrin Ilmi

BUTON, BP-Di sela-sela lawatannya di Kabupaten Buton dan Kota Baubau, Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH mengunjungi salah satu destinasi wisata Pantai dan Jembatan Lahonduru Desa Wasuemba, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Kamis sore, 3 Februari 2022.

Guibernur Sultra H Ali mazi bersama Bupati Buton La Bakry


Di hadapan seluruh undangan dan masyarakat Wabula, Gubernur mengatakan akan mensupport pengembangan infrastruktur pariwisata Pantai Lahonduru di Desa Wasuemba, Kecamatan Wabula. Terbukti, putera daerah Buton tersebut langsung menginstruksikan Kadis Pariwisata Provinsi Sultra untuk dapat memasukkan pengembangan potensi pariwisata Lahonduru pada program Pemprov. Sultra anggaran Perubahan Tahun 2022 atau paling tidak dapat diakomodir pada tahun anggaran 2023.
“Jadi saya pernah bermain di sini waktu kecil. Saya tahu betul keindahan ini. Ini jika dikelola dengan baik dan benar, ini akan menjadi pariwisata yang sama dengan Bali. Bukan hanya berbicara di Tanah Kaombo saja, tapi di tempat kita berdiri ini, ada tanah adat, tanah masyarakat dapat bekerja sama dengan para investor bangun villa, resort,” ungkap orang nomor satu di Sultra.
Ini sangat penting, lanjut Ali Mazi. Saya minta ini harus diekspos, Bali juga seperti ini, potensi pariwisata sangat luar biasa, tinggal sekarang bagaimana masyarakat Desa Wasuemba Kecamatan Wabula bisa menerima orang yang datang.
“Di sini juga ada Kadis Pariwisata. Saya minta nanti ini diprogramkan kalau bisa di perubahan. Kalau bukan di anggaran tahun 2023, tapi mungkin bisa di anggaran perubahan,” tandasnya.
Bukan hanya itu, Direktur Utama Bank Sultra yang hadir juga diminta Gubernur untuk memberikan dana CSR (Coorporate Social Responsibility) dari Bank Sultra sebesar Rp 100 juta untuk dapat mengembangkan infrastruktur pariwisata Lahonduru tersebut.
“Kemudian ada juga Dirut Bank Pembangunan Daerah Sultra saudara Latif, saya minta turunkan CSR, paling tidak bantu programnya Kepala Desa, kalau 100 juta rupiah kan lumayan,” jelas Politisi Nasdem.
Dikatakannya, kalau potensi pariwisata ini didiamkan, tidak ada gerakan-gerakan dari masyarakat maupun kepala desa, ini menjadi tidak berguna.
“Kita bangun vila, rumah-rumah, kita ekspos masuk di Youtube di sini ada pariwisata yang bagus dengan pesona terumbu karang berhadapan dengan laut Banda tentu para turis akan datang ke sini. Bali tahun 60an belum jadi apa-apa. Lalu Pak Harto bangun Akademi Pariwisata pada tahun 1966. Mudah-mudahan setelah saya berdiri di sini, Wabula akan terekspos dan menjadi salah satu destinasi wisata. Saya melihat potensi masyarakat, potensi ibu-ibu, potensi kecerdasan SDM yang ada di Wabula,” pungkasnya.
Orang nomor satu di Bumi Anoa ini berharap silaturahmi terus terbangun untuk kepentingan daerah.
“Saya minta Bupati, Camat, Kepala Desa segera berbenah diri, lakukan langkah-langkah sosialisasi, kolaborasi dengan kabupaten/ kota lain, dengan provinsi, agar turis dari dalam maupun luar negeri, mereka bisa tahu dan kenal Kecamatan Wabula, Desa Wasuemba ini ada pariwisata. Tempat diving dari Wakatobi sampai Ke Teluk Pasarwajo. Banyak ikan-ikan langka seperti Mandarin Fish. Kepala Desa segera sosialisasi ajak para investor kerja sama dengan masyarakat, bisa tanahnya dijual, kalau tidak mau dijual, bisa juga tinggal investor membangun di tanah masyarakat, tetapi harus diawasi, jaga kebersihan lingkungan sehingga menjadi potensi yang luar biasa,” kata Gubernur.
Sementara itu, Bupati Buton Drs. La Bakry, M.Si sangat mengapresiasi kunjungan kerja Gubernur di salah satu potensi pariwisata di Kabupaten Buton tersebut.
“Terima kasih sudah mengunjungi kami di sini, masyarakat Kabupaten Buton, khususnya di Kecamatan Wabula, lebih khusus lagi di Desa Wasuemba, Wabula, dan Wabula 1 yang merupakan satu kesatuan masyarakat di Kabupaten Buton yang sudah lama menanti-nanti kedatangan Gubernur untuk meninjau destinasi wisata kebanggaan mereka,” tutur Suami Delya Montolalu.
Lebih lanjut, Ketua Bapera Sultra mengatakan pembangunan objek wisata ini secara swadaya dan juga dibantu sejumlah dana dari DAK Kementerian Pariwisata.
“Hal ini secara swadaya dan juga dibantu sejumlah dana dari DAK Kementerian Pariwisata. Kita coba angkat dalam rangka supporting pengembangan pariwisata Wakatobi, itu yang selalu kita dorong di Kementerian. Hari ini Bapak Gubernur sudah melihat Lahonduru, saya pernah ceritakan tentang ikan yang baru kita saksikan tadi,” ungkap putera daerah Buton.

baca juga: Lestarikan Adat, Pemkab Buton Bakal Bangun Baruga di Desa Bonelalo Tahun Anggaran 2022
Mantan Wakil Bupati ini berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sultra untuk pengembangan pariwisata Kecamatan Wabula, khususnya pariwisata Lahonduru,agar Kecamatan Wabula menjadi satu kesatuan yang utuh dalam rangka mensupport pengembangan pariwisata Wakatobi sebagai salah satu destinasi nasional.
Turut hadir pada kegiatan ini, Sekda Buton, Ir. La Ode Zilfar Djafar, M.Si, Dirut Bank Pembangunan Daerah Sultra Abdul Latif, S.Pi., para Kepala OPD Provinsi dan Kabupaten Buton, Forkopimcam Wabula, Kades dan masyarakat Wasuemba.(*)