– AS Tamrin Jenguk Korban dan Akan Beri Bantuan

Peliput: Muhammad Syukran/ Ardi Toris
BAUBAU, BP– Nasib Naas menimpa LM Mulki (16), Warga Lr Yusti Sari Jalan Murhum, Kelurahan Nganganaumala, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau menjadi korban pembusuran oleh oknum tak dikenal. Kejadiannya berlangsung cepat di bilangan Jl Murhum, Sabtu malam (19/11), sekira Pukul 19.30 Wita. Anak busur itu tepat mengenai sasaran yang menancap di dada Mulki dengan kemiringan 70 derajuat dan kedalalam 5 sentimeter. Korban pun langsung meminta pertolongan ke RS Murhum sebelum akhirnya keluarganya memilih dirawat di RSUD Baubau.
Kepada Baubau Post ayah korban bernama Saharuddin menceritakan kronologis kejadian yang menimpa anaknya. “Kejadiaannya kemarin malam sekitar jam setengah delapan dan dalam keadaan mati lampu, saat itu anak saya lagi duduk-duduk di sekitar warung makan mie ayam depan RS Murhum lagi menunggu temannya untuk mengambil hpnya. Tapi tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang lewat berboncengan dua dan langsung melepas anak busur secara membabi buta ke arah anak saya sampai menembus dadanya. Saat itu juga spontan anak saya langsung meminta pertolongan ke Rumah Sakit Murhum, setelah di rongsen di sana mau di bedah tetapi kita pikir pembiayaannya lagi, makanya kita lari ke sini (ke RS Palagimata, red),” ungkapnya, Minggu (20/11) di RSUD Palagimata.
Saharuddin menjelaskan pula bahwa pihak keluarga telah memindahkan korban dari Rumah Sakit Murhum ke Rumah Sakit Palagimata, namun setibanya di Rumah Sakit tersebut pihak rumah sakit mengatakan bahwa korban tidak dapat di operasi karena alat yang dibutuhkan untuk membedah korban tidak tersedia atau tidak lengkap, sehingga dokter yang menanganinya merekomendasikan untuk di rujuk ke Rumah Sakit di Kota Makassar dan pihak keluarga pun menyahutinya.

“Katanya dokter di sini yang juga sebagai dokter di rumah sakit siloam tidak ada alatnya di sini, jadi mendingan di rujuk ke Makassar. Kalau kita ke Kendari jangan sampai kita ke sana tidak ada lagi alat yang dibutuhkan. Menurut informasi rumah sakit kalau seandainya dioperasi menggunakan alat, jantungnya dihentikan sementara. Makanya, tidak berani mereka. Karena menurut informasi yang kami dapatkan jarak antara mata busur ke organ jantung hanya berjarak 5 sentimeter, jadi lebih baik ke Makassar saja. Seandainya bisa di berangkatkan lewat pesawat mungkin dari tadi malam, tapi kata dokter harus baring dan belum bisa untuk duduk. Olehnya itu kalau ada kapal sebentar malam, yah kita lewat kapal,” ucapnya.

Walikota Baubau H AS Tamrin didampingi Dirut BLUD RSUD dr hasmuddin SpBd datang membesuk korban. Terlihat Korban terbaring dengan kondisi stabil dengan anak panah tetap menancap di dadanya. dr Hasmuddin menjelaskan pasien masuk di RSUD Baubau sekitar pukul 22.00 WITA. Setelah melakukan pembacaan hasil rongten terlihat anak panah itu menancap masuk ke dada sebelah kiri dengan kedalam 5 centimeter.

“Kalau dilihat dari samping menancapnya sedalam 10 sentimeter dan ujung anak panah hampir mengenai jantung. Saat ini kondisi pasien stabil karena tidak ada pendarahan. Sesuai dengan kemampuan kami di RSUD bahwa tidak mungkin kami melakukan operasi yang berat ini mengingat keterbatasan alat, keahlian, dan anastesi, maka kami rujuk dia di Makassar yang punya fasilitas lebih lengkap. Selama posisinya baring tidak akan ada masalah yang penting dia jangan posisi duduk. Dalam perjalanannya ke Makassar, nanti didampingi oleh seorang perawat,” jelas dr Hasmuddin.

Walikotga Baubau usai menjenguk pasien menghimbau kepada anak-anak Baubau agar tolong kesadarannya jangan menciptakan suasana yang gaduh. Sedangkan penegak hukum, Walikota berhara agar supaya mereka mengantisipasi hal-hal seperti itu lebih dini dan mencari para pelaku untuk memberikan efek jera, karena itu merugikan masyarakwat.

“Ini masyarakat menjadi gamang, takut jalan. Apalagi pelaku pembusuran ini tidak jelas,” katanya lugas. AS Tamrin mengaku sengaja datang membesuk korban agar keluarganya mendapatkan dukungan moril dan tabah menghadapi musibah ini, “Dan saya juga akan memberikan bantuan materi kepada korban,” tutupnya.
Saat ini, Mulki yang bersekolah di SMKN 1 Baubau kelas 2 hanya bisa mengkonsumsi bubur dan air putih saja. Meski mata busur masih tertancap di dadanya, pihak rumah sakit menerangkan kondisi korban saat ini masih dalam kondisi stabil, tidak mengalami sesak nafas. (***)