Peliput: Hengki TA

LABUNGKARI, BP – Jelang pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2021, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buton Tengah telah mendapatkan jumlah kuota.

Untuk jumlah kuota yang didapatkan tahun berjumlah 475, yang terdiri dari CPNS sebanyak 69 kouta dan P3K sebanyak 406 kuota. Dimana, kuota tersebut berkurang dari usulan Pemkab Buteng

Kuota CPNS dan P3K Kabupaten Buteng tersebut, tertuang dalam surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, nomor 759 tahun 2021, tentang penetapan kebutuhan pegawai Aparatur Sipil Negara lingkungan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Buteng tahun anggaran 2021.

Samrin Saerani

“Kuota CPNS dan P3K Buteng sebanyak 475 kuota, yang terdiri dari CPNS Tenaga Kesehatan 10 kuota dan Tenaga Teknis 59 kuota. Sementara P3K khusus tenaga guru sebanyak 406 kuota,” ungkap Samrin Saerani, kepala BKPSDM Buteng

Semenetara itu, jadwal pendaftaran pelaksanaan CPNS dan P3K akan dimulai pada 31 Mei hingga 21Juni mendatang. Sedangkan, untuk pelaksanaan seleksi dimulai bulan pada bulan Agustus hingga Desember 2021.

“Pelaksanaannya SKD CPNS menggunakan CAT dilaksanakan bulan Juli hingga September 2021,” jelasnya.

Lanjutnya, sementara untuk jadwal seleksi P3K non guru menggunakan CAT BKN juga akan dilaksanakan usai pelaksanaan SKD CPNS. Lain halnya dengan pelaksanaan P3K Guru, yang dibagi tiga jadwal seleksi, yaitu pada seleksi yang menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) Kemendikbud yang akan dilaksanakan test pertama pada bulan Agustus, test kedua bulan oktober dan test ke tiga pada bulan Desember.

“Testnya sama seperti CAT namun yang test langsung diambil alih langsung Kementrian Pemdidikan dan Kebudayaan,” tuturnya.

bca juga: Pemkab Buteng Usulkan 6931 Bantuan Bedah Rumah

Pelaksanaan test CPNS dan P3K, rencanya akan kembali dilaksanakan di Kecamatan Mawasangka. Dimana, tahun ini pihaknya hanya menyediakan 100 unit komputer, untuk menghidari penyebaran covid-19.(*)

Pin It on Pinterest