BAUBAU, BP- Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos), masih ada sekitar 62 ribu lebih jiwa penduduk Kota Baubau yang masuk kategori miskin. Hal itu kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot).

“Masyarakat miskinnya kita ini kan banyak, ada ribuan, di aplikasi itu ada sekitar 62 ribu lebih jiwa,” ungkap Kepala Seksi Penanganan Kemiskinan Dinsos Kota Baubau, Afris SSos kepada Baubau Post, selasa kemarin (11/02).

Sementara untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Baubau hanya berjumlah 7010 penerima, sesuai kuota yang diberikan Kemeterian Sosial RI.

Sehingga langkah yang diambil Dinsos Baubau adalah melakukan verifikasi penduduk miskin di tiap bulannya. Jika ada KPM yang sudah dinyatakan mampu, meninggal, atau pindah daerah maka akan digantikan oleh penduduk miskin lainnya yang belum pernah menerima bantuan.

“Misalnya, kuota yang KPM kan ada 7010, kalau jumlahnya berkurang lagi (meninggal, pindah daerah atau dinyatakan mampu-red), kita penuhi lagi kuotanya, jadi tetap saja terpenuhi kuotanya,” jelas Afris.

Namun berdasarkan pantauan Dinsos, cuma 6000 lebih KPM yang menggunakan bantuannya. Selebihnya sudah tidak aktif lagi, alias sudah tidak belanja, entah pindah daerah atau meninggal.

“Tapi yang real belanja itu hanya 6000 lebih KPM, itu karena ada yang sudah pindah, ada juga yang menolak, karena merasa sudah mampu,” pungkasnya.

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest