Pewarta: Amat Jr

BAUBAU, BP-– Pria inisial S (41), warga Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) tega mencabuli putri hingga menganiaya istri dan putranya, Sabtu (18/6/2022). Pencabulan dan penganiayaan yang dilakukan S diduga dilakukan setelah mengonsumsi miras.

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo, menjelaskan sekitar pukul 17.30 WITA, pelaku S mengonsumsi miras seorang diri di dalam rumah. Pelaku lalu melanjutkan pesta miras bersama rekan-rekannya di belakang rumah.

ilustrasi

Pada Jumat (17/6) sekitar pukul 21.30 WITA, pelaku pulang ke rumah dan melakukan video call dengan seorang perempuan. Setelah itu, pelaku membangunkan putranya inisial R untuk mencari ibunya inisial WON. R lalu mencari WON ke rumah bibinya, namun tidak menemukannya.

“Malam itu, istri pelaku inisial WON ini tidak pulang di rumah. Dia takut pulang kalau suaminya dalam keadaan mabuk. Pasalnya pelaku sering menganiaya WON,” ujarnya, Minggu (19/6).

Pada Sabtu (18/6) sekitar pukul 04.15 WITA, pelaku S masuk ke kamar putrinya. Saat itu, DDA sedang memainkan HP. Mendengar ada yang masuk di dalam kamar, DDA berpura-pura tidur. Namun, pelaku S langsung menindih badan putrinya yang terbaring dengan posisi tengkurap.

“Pelaku juga mencium leher dan mengigit telinga korban DDA,” bebernya.

Korban DDA berusaha melawan dan memberontak. Namun, pelaku justru membekap mulut dan berusaha memegang payudara DDA. Korban pun berteriak dan memanggil kakaknya inisial R. Tak lama kemudian, R datang dan meminta ayahnya untuk meninggalkan kamar DDA. Pelaku pun keluar dari kamar tersebut.

Kronologi penganiayaaanya yaitu di pagi harinya atau sekitar pukul 07.00 WITA, istri pelaku inisial WON pulang di rumah. Saat itu, pasangan suami istri (pasutri) tersebut terlibat pertengkaran.

“Pelaku memukul muka istrinya sebanyak lima kali dan menendangnya,” tambah Erwin.

Putranya inisial R melihat kejadian itu berusaha melerai. Namun, pelaku justru menganiaya dengan cara memukul R dan mendorongnya hingga tersungkur.

Atas kejadian itu, R dilarikan di RSUD Palagimata karena muntah darah. Selanjutnya, WON melaporkan suaminya ke polisi. Kini pelaku S telah mendekam dalam penjara.

baca juga: Sambut Hari Bhayangkara Ke 76 Tahun 2022, Polres Bau Bau Gelar Bhakti Sosial Sasaran Rumah Ibadah

“Untuk dugaan tindak pidana (TP) Pencabulan terhadap DDA masih dalam proses penyelidikan,” bebernya.

Sedangkan, untuk penganiayaan, pelaku dikenakan Pasal 44 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(*)