Peliput : Amirul
Batauga,BP-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) menggelontorkan anggaran hingga Rp 25 miliar untuk pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Buton Selatan, pada dua Kecamatan yakni Sampolawa dan Batauga.

Bangunan SPAM IKK modern di Sampolawa-Buton Selatan

Direktur PDAM Tirta Lamaindo, Dr (Chand) Tamrin Tamim Spd ST MT mengatakan Instalasi Pengolahan Air SPAM IKK di Kecamatan Sampolawa mulai dibangun sejak Maret 2021. Anggarannya senilai Rp 25 miliar.

SPAM IKK Sampolawa merupakan sistem penyediaan air bersih modern, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti genset, kantor hingga laboratorium.

Dikatakannya, pengoperasiannya SPAM IKK Sampolawa didukung sistem operasi yang terkomputerisasi dengan empat kali penyaringan sehingga mutu air bersih yang disalurkan kerumah warga dapat memenuhi SNI melalui empat kali penyaringan. Bahkan didukung dengan sistem pengolahan limbah lumpur endapan diyakini akan ramah lingkungan.

Pengoperasian SPAM IKK Sampolawa juga didukung oleh tenaga ahli minimalis yang optimal.

“Kurang lebih Rp 25 miliar termasuk sambungan pipa besar menuju ibukota Kabupaten Buton Selatan yakni Batauga. Sumber anggaran APBN dirjen cipta karya. Pengusulan oleh PDAM. Untuk wilayah Sulawesi di moder terbaru dan hanya ada di Busel. Rencananya akan segera difungsikan tahun 2022 ini,”ucap Tamrin

Lanjutnya, kapasitas penampugan air bersih instalasi pengolahan air SPAM IKK Sampolawa hingga 5000 kubik. Jarak lokasi dengan sumber mata air tondombulu kurang lebih 20 kilometer. Di tahun 2021, kementerian PUPR hanya merencanakan satu unit pembangunan SPAM modern.

“Setelah difilter, pada akhirnya ada 22 daerah yang memasukkan proposal. Alhamdulillah, dengan segala kesiapan, persiapan serta kerja keras dan kerja ikhlas jajaran PDAM Busel, akhirnya proposal kami yang di setujui dan dianggap paling layak sehingga bangunan ini ada disini,” tuturnya.

Ia menjelaskan SPAM adalah suatu sistem yang mengurusi proses penyediaan air minum mulai dari perencanaan sumber air baku, transmisi air baku dari intake (sumber air baku) ke instalasi pengolahan air (IPA), kemudian teknologi Instalasi Pengolahan Air/ IPA yang efektif dari segi performance dan biaya, transmisi air olahan (air minum) dari lokasi IPA ke reservoir (offtake), sampai distribusi air minum ke masyarakat atau daerah pelayanan.

“Hal-hal teknis maupun administrasi yang terkait dengan proses penyediaan air minum dimasukkan dalam sistem pengelolaan SPAM. Jadi ini terlaksana berkat komunikasi dan koordinasi kegiatan bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam hal ini melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Lokasi tanahnya, PDAM Busel yang siapkan,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya pembangunan IPA ini, Buton Selatan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih dan memiliki standar untuk dikomsusi masyarakat terutama pada musim kemarau khususnya untuk wilayah Sampolawa dan Batauga.

baca juga: Perkelahian Antar Siswa, Kepsek SMAN 1 Batauga, Lakukan Mediasi

Ia menambahkan, Bupati Busel, La Ode Arusani menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atas perhatiannya sehingga pembangunan IPA SPAM IKK Sampolawa dapat terlaksana untuk kepentingan masyarakat

“Kerja sama yang telah terbangun antara pemerintah daerah dan pusat ini tetap terus ditingkatkan dan terus terjalin dengan baik di masa-masa yang akan datang,” tukasnya. (*)

Comments are closed.