Sosialisasi Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK Melalui Pokja Advokasi Daerah Busel

Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Untuk menekan angka stunting yang terjadi di wilayah Kabupaten buton Selatan (Busel), Pemda Busel melalui badan koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membentuk Bina Keluarga Balita

 Sosialisasi Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK Melalui Pokja Advokasi Daerah Busel
Peran BKB, Sosialisasi Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK Melalui Pokja Advokasi Daerah Busel

Plt. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Busel, Hasiani S.Ag mengatakan saat ini di Busel telah terbentuk 30 Bina Keluarga Balita (BKB) dan aktif berperan dalam upaya penurunan angka stunting di daerah.

“BKB kedepan akan terintegrasi dengan kelompok desa, sasarannya adalah orang tua dan balita,” ucap Hasiani dalam acara kegiatan sosialisasi promosi dan KIE 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), di Busel, digelar oleh BKKBN Provinsi Sultra, di gedung Lamaindo, Batauga, Rabu (14/10).

Lanjutnya, jalur koordinasi lintas sektor yang terintegrasi, baik pemerintah maupun masyarakat menjadi strategi ampuh guna menekan angka stunting di wilayah Busel

BACA JUGA: Dinkes Busel Terus Fokus Tekan Angka Stunting

Sementara, Bupati Buton Selatan , H. La ode Arusani diwakili Asisten II Setda Busel La Asari menyampaikan, kegiatan sosisalisasi promosi dan konseling, informasi, edukasi (KIE) 1000 HKP sangat penting dilakukan dalam rangka masa depan anak

“Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani memberikan perhatian serius terhadap upaya penuruan angka stunting di wilayah Buton Selatan yang masih tergolong tinggi yakni 28 persen, namun dengan melakukan aksi-aksi strategis dalam mengintervensi dengan sejumlah OPD, pemerintah desa dan elemen masyarakat, diharapkan angka stunting akan menurun,” singkatnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh koordinator Bidang KSPK Drs. H. Mustakim , M.Si mentakan Sosialisasi KIE 1000 HPK sebagai upaya penyiapan SDM yang tangguh dan unggul dimasa depan.

“1000 HPK itu terhitung sejak bayi masih dalam kandungan selama sembilan bulan atau 270 hari dan sampai berusia dua tahun atau 720 hari,” tukasnya (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest