Peliput: Iman Supa

Raha, BP – Dalam perekrutan penyuluh agama non PNS yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, oknum Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muna diduga telah melakukan kecurangan saat melakukan ujian tulis dengan memberikan kunci jawaban pada beberapa peserta ujian.

Menurut koordinasi aksi Forum Peduli Penyuluh Agama Muna Non PNS, Muh. Marzuki Dahlan saat melakukan orasinya di depan kantor Kemenag Muna, Rabu (14/12) mengatakan berbagai indikasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum Kementerian agama Kabupaten Muna dalam ujian tulis telah memberikan kunci jawaban disetiap ruang ujian.

“Dalam perekrutan penyuluh agama non PNS meliliki tujuan yang jelas untuk membantu kantor Kemenag dalam menjalan tugas, namun fakta yang terjadi saat ujian berlangsung oknum Kemenag memberikan kunci jawaban pada peserta ujian disetiap ruangan”ujarnya.

Lebih jelas ia menambahkan, Dalam perekrutan yang dilakukan angka nepotisme sangat tinggi sebab nama-nama yang lulus terdapat Anak, Istri maupun saudara dari pejabat Kemenag.

“Oknum yang mencederai dalam proses perekrutan harus diberi sangsi serta ujian tulis untuk diulang kembali”ungkapnya terhadap kepala Kemenag Muna.
Selain itu, La Ili merupakan peserta penyuluh agama yang tidak lulus menyampaikan Proses perekrutan telah terjadi kecurangan.

“Beberapa yang lulus dalam perekrutan tidak memiliki SK pengabdian di Desa, Saya (Ili,red) dengan honor 30 ribu jadi penyuluh sudah 20 tahun di Kecamatan Kabangka, dalam ujian tulis saya memperoleh angka yang memenuhi syarat untuk lulus namun mengapa saat ujian wawancara dinyatakan tidak lulus padahal seluruh pertanyaan yang diberikan tim pemguji dengan mudah dijawab, Ini sangat aneh”herannya.

Menanggapi aksi Forum Peduli Penyuluh Agama Muna Non PNS, Kepala Kemenag Muna, La Maidu menegaskan dalam proses pelaksanaan ujian tulis telah berjalan sebagai mana mestinya tanpa terjadi kecurangan.

“Unjuk rasa yang dilakukan oleh para demonstran merupakan haknya dalam mengeluarkan aspirasi dalam perekrutan penyuluh agama non pns, namun dalam perekrutan telah sesuai juknis yang ada sebab saat pengawasan yang dilakukan bersama tim dari Kakanwil Sultra telah melakukan pengawasan setiap ruangan ujian”Kata La Maidu. (*)