Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Massa Perisai dengan korlapnya Ilwan Saputra kembali melakukan aksi demontrasi di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Baubau, Kamis (16/06/2022). Mereka menyuarakan tindaklanjut laporan mereka atas gagalnya menyelesaikan proyek rehabilitasi lapangan Stadion Betombari.

Ilwan Saputra dalam orasinya mengatakan sudah ada pengembalian anggaran atas kegagalan penanaman rumput stadion berdasarkan temuan BPK. “Kenapa Kejaksaan tidak bergerak. Seharusnya kalau kejaksaan punya aturan sendiri. Kalasu menunggu maka tidak ada kasus yang bisa diselesaikan,” teriak Irwan Saputra ketika melakukan orasi.

Aktivis Perisai ketika berdemo di Kantor Kejari Baubau

Ilwan Saputra mengatakan renovasi lapangan Stadion Betoambari menelan anggaran Rp 1 miliar lebih. “Harusnya pengembalian juga Rp 1 miliar lebih pula. Karena kegagalan menanam rumput yang katanya standar FIFA berakibat fatal misalnya lapangan menjadi becek dan tanah timbunannya merembes kemana-mana bila hujan. Kasihan adik-adik kita tidak bisa menggunakan laangan itu saat ini,” tuturnya lagi.

Perisai mengingatkan kepada kejaksaan agar bertindak karena pengembalian anggarannya sudah terjadi artinya perbuatan melawan hukum itu sudah ada.

Kasi Intel Kajari Baubau Wahyu Wibowo Saputra SH memberikan jawaban atas orasi dan pertanyaan yang dijukan aktivis Perisai Kota Baubau. Wahyu menegaskan bahwa pihaknya bukan tidak mampu menegakkan hukum sebagaimana yang diminta Perisai atas kasus Stadion Betoambari Kota Baubau.

“Penegakan hukum tidak boleh melanggar hukum. Dalam kasus ini BPK sudah bekerja dengan turun melakukan uji Petik. Harus ada surat dari BPK. Dari aspek hukumnya kami tidak bisa menghitung kerugiannya. BPK masuk lebih dulu melakukan itu,” kata Wahyu Wibowo.

baca juga: Dua Kelurahan di Kecamatan Bungi Langganan Banjir Tiap kali Hujan Deras Dalam 10 Tahun Terakhir

Terkait dengan kegagalan proyek rehabilitasi Lapangan Stadion Betoambari, Wahyu Wibowo Saputra mengatakan tidak semudah itu mengatakan gagal, “Siapa yang berhak mengatakan gagal?,” katanya balik bertanya.(**)