Kades Eesumala : Apa Yang Dikatakan Hasrin Itu tidak Benar

Peliput : Kasrun

BURANGA,BP-La Ode Hasrin Arman Wiridin salah satu perangkat desa Eensumala, kecamatan Bonegunu, kabupaten Buton Utara (Butur), provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dipecat Kepala desanya, Samsul Wiridin lantaran mempertanyakan kualitas kayu ramuan untuk pembangunan rumah layak huni.

La Ode Hasrin Arman Wiridin, salah perangkat desa Eesumala yang dipecat

Kata Hasrin, ada masyarakat yang selalu mengeluh kepadanya terkait kayu ramuan yang digunakan untuk pembangunan rumah layak huni yang diduga kayunya tidak berkualitas. Itulah yang mendasari dirinya untuk menanyakan langsung di Kepala Desa.

Sebelumnya Hasrin mengaku telah menanyakan keluhan masyarakat ini kepada Tim Pengelolaan Kegiatan (TPK). Namun hironisnya TPK kegiatan program pembangunan rumah layak huni itu tidak tahu-menahu, malah mereka mengatakan kepala desa sendiri yang mengelolah anggaran kegiatan itu.

” Ada pembangunan fisik, Pembangunan rumah layak huni di Desa Eensumala terkait masalah ramuannya, terus saya pertanyakan itu barang sama TPK, dan ternyata pada saat saya pertanyakan ini, mereka (TPK) tidak tahu, katanya TPK ini Kepala Desa yang kelola sendiri, dia serahkan langsung sama tukang senso. Seharusnya pembayaran itu harus TPK yang bayar. Uang harus dikelola TPK dan TPK yang bayar sama pengadaan barang itu.”, Katanya pada saat diwawancarai awak media di salah satu Kedai di Butur, Selasa (25/01/2022).

Sedangkan di Surat Keputusan Kepala Desa Eesumala Hasrin diberhentikan karena jarang aktif melaksanakan tugas dan fungsinya (jarang berkantor terhitung 117 hari tanpa keterangan) dan telah melakukan pengancam kepada Kepala Desa.

Berdasarkan alasan yang tertulis di SK kades Eensumala, Hasrin membantah, katanya dia tidak pernah merasa mengancam Kepala Desa apalagi malas berkantor.

“Habis itu terkait kehadiran, makanya saya tersinggung, di desa kan kita buat kesepakatan, di desa itu dalam satu hari itu kalau kita (perangkat desa) tidak hadir kita membayar Rp 20.000. Terus setiap saya habis gajian saya langsung minta sama bendahara dipotong saja gajiku”, ujarnya.

Pada saat dikonfirmasi melalui sambung telfon seluruhnya Kepala Desa Eensumala, Samsul Wiridin membantah jika dirinya memecat aparatnya gegara penyoal kayu ramuan rumah layak huni tidak berkualitas.

Kata Samsul Wiridin, apa yang dikatakan Hasrin itu tidak benar adanya. Dirinya memecat Hasrin dari jabatannya sebagai Kepala Seksi pelayanan lantaran dia (Hasrin) telah berani mengancam dirinya.

“Jadi tidak benar itu. Ternyata dia (Hasrin) sudah terlontar kata-kata kasar terhadap saya. Saya begini-begitu bahkan dia mau datang pukul saya”, katanya.

Lanjut, Samsul Wiridin sebelum dirinya memecat Hasrin dari jabatannya sebagai kelapa seksi Pelayanan terlebih dahulu dia melakukan konsultasi dengan pihak kecamatan maupun DPMD Butur.

baca juga: Setelah Diberitakan Rusak, Jembatan di Desa Kotawo-Buton Utara Sudah Diperbaiki

“Dan semua ini saya sudah koordinasikan, saya sudah ceritakan di pihak DPMD, di pihak kecamatan, dan pemerintah kecamatan memberikan rekomendasi, setelah itu”, ujaranya.(***)

Comments are closed.