Pewarta: Amran

BUTON, BP-Kegiatan Napak Tilas Oputa Yi Koo menyisakan banyak masalah. Event Organizer (EO) Kiramedia dinilai mengabaikan keselamatan peserta. Akibatnya, puluhan peserta terpaksa harus dievakuasi oleh gabungan TNI, Polri dan Masyarakat dari hutan Wasambaa hingga pukul 21.00, Rabu (24/5).

Peserta napak tilas Oputa Yi Koo yang dievakuasi di hutan

Kondisi ini membuat peserta mengamuk dan meminta pertanggung jawaban EO dan panitia, namun justru panitia diduga memilih melarikan diri.

Peserta mengungkapka, sejak hari pertama pemberangkatan, EO sudah terkesan abai. Kegiatan pembekalan tidak jelas dan peserta tidak diberikan ruang untuk bertanya.

Sesuai informasiawal, sedianya pembekalan dijadwalkan Senin sore namun tidak terlaksana. Malah besok paginya langsung dilepas dan peserta jalan kaki dari Banabungi menuju Desa Wasambaa.

Dalam perjalanannya, kebanyakan peserta tidak ada yang sanggup dan terpaksa harus naik mobil. “Itupun sebagian usaha tim sendiri,” ucap peserta yang baru saja dievakuasi.

Salah seorang peserta mengaku kesal karena panitia tak mengindahkan saran mereka. “Dari masalah jadwal yang amburadul, tidak semua peserta dapat makanan. Anehnya, EO dan panitia mengelak dan tidak menerima masukan,” ujarnya.

Tidak cukup sampai disitu, panitia kembali melakukan keteledoran pada saat peserta dilepas menuju puncak gunung. Kondisi ini membuat para pemuka adat melarang peserta jika hendak menuju puncak. Mengingat medan yang rumit dan waktu yang dibutuhkan tidak memungkinkan.

Kekecewaan peserta memuncak saat kegiatan Napak tilas di Gunung Siotapina. Keselamatan peserta terkesan ‘Duremehkan’. Peserta tak diberikan pelayanan maksimal seperti penyediaan air minum dan keterlambatan makanan. Selain itu, tidak ada panitia dan EO serta tenaga medis di sepanjang jalur yang dilintasi peserta.

Kejanggalan lain, panitia dan EO tidak menempatkan perwakilan di titik finish spot terakhir Km 10. “Ada beberapa tim yang sudah tiba di titik akhir dan terpaksa langsung pulang lagi karena panitia terlambat datang,” kata Aris salah seorang peserta Napak Tilas.

Peserta kecewa karena terkesan dikelabui panitia yang berjanji akan menyiapkan logistik saat kegiatan namun akhirnya tak dilakukan. “Tidak disiapkan makanan, minuman dan saat kami beri saran malah mereka bersikeras dan mau menang sendiri,” ujar Putra peserta Napak Tilas Lainnya.

Yang menambah kemarahan peserta, saat menjelang malam, puluhan peserta masih berada di gunung dan panitia terkesan tidak peduli. Untung saja, pihak pemerintah daerah, TNI dan Polri serta masyarakat setempat berinisiatif melakukan Evakuasi. “Jam 9 malam puluhan peserta baru berhasil dievakuasi keluar dari hutan,” ungkapnya.

Informasi yang diterima, panitia dan EO pun terkesan tidak menghargai pemuka adat setempat. Sejak awal tidak dilibatkan. Bahkan, saat ada saran untuk membentuk panitia lokal juga tidak direspon.(**)