Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau mendukung penuh wacana pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara tatap muka di sekolah.

Demikian diungkapkan Ketua PGRI Kota Baubau Bariun SPd MPd kepada Baubau Post, Rabu (2/11).

Ilustrasi

Benar saja, sejak awal masuk tahun pelajaran 2020/2021 tepatnya pada Juli lalu, rupanya seluruh satuan pendidikan baik di jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat Se-Kota Baubau telah menyiapkan segala fasilitas pencegahan Covid19 seperti masker dan wastafel di sekolahnya masing-masing.

“Sekolah sejak jauh hari sudah menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari penyiapan masker bahwa semua yang ada di sekolah harus menggunakan masker,” jelasnya.

“Kemudian, ada tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun serta air mengalir. Jadi sekolah sudah harus menyiapkan beberapa titik untuk anak-anak agar ketika mereka cuci tangan tidak berkerumun,” lanjutnya.

Tak hanya itu, kata Bariun, jika kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI ini jadi diterapkan di awal Januari 2021 nantinya, maka seluru satuan pendidikan siap untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat di sekolah, termaksud aturan menjaga jarak aman.

“Kemudian jaga jarak. Tentu ini diatur sedemikian rupa, baik pada waktu anak-anak masuk di lingkungan sekolah dan disaat pembelajaran di kelas,” terangnya.

Selain itu Bariun juga menambahkan, “Dalam kondisi tertentu, anak-anak belajar hanya setengah saja yang boleh berada di dalam ruangan. Nanti setengahnya lagi diatur dengan model bagaimana nanti tergantung kepala sekolahnya,” ujar Bariun pula.

Merespek hal itu, Bariun juga menyinggung soal kejenuhan para pelajar tatkala mengikuti PBM dengan menggunakan sistem daring atau luring.

baca juga: Peringati HUT PGRI ke75 dan HGN Tahun 2020, PGRI Baubau Bakal Gelar Lomba Pembuatan Vidio Pembelajaran untuk Guru

“Oleh karena itu, saya kira kalau kita berbicara kualitas pembelajaran, pendidikan secara umum yah pasti ini akan berpengaruh. Ini juga pasti memicu hal-hal negatif lain karena anak-anak banyak yang tidak belajar,” tuturnya.

“Sehingga kalau kita berfikir secara rasional maka mari kita mendukung SKB 4 Menteri ini dengan menerapkan seluruh protokol kesehatan secara ketat di sekolah,” pungkas Bariun. (*)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest