Pesta demokrasi pemilukada serentak di wilayah Kepulauan Buton belum usai. Hasil pilihan rakyat di tiga wilayah yakni Kabupaten Buton, Buton Tengah dan Buton Selatan masih dalam tahap perhitungan resmi di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiga wilayah itu. Masing masing pasangan calon mengklaim kemengannya paska perhitungan cepat berdsarkan versinya masing masing. Namun yang pasti masyarakat masih resah menunggu hasil resmi dari Pleno KPU yang menjadi lembaga resmi penyelenggara Pemilukada.

Catatan : Hasrin Ilmi

Kabupaten Buton sebagai daerah induk hanya diikuiti oleh satu pasangan calon petahana, Samsu Umar Abdul Samiun -La Bakry yang dikenal dengan akronim Umar Bakry seakan tidak terbendung. Namun dalam kenyataanya pasangan ini harus bekrja keras untuk memikat hati rakyat Buton. Berlawanan dengan kotak kosong pasangan ini malah keok di Ibu Kota Kabupaten Buton, Pasarwajo dengan kemenagan kotak kosong.

Namun secara keseluruhan di tujuh Kecamatan yang ada pasangan petahana ini mampu menjawab tantangan rakyat Buton dengan memenagi pemungutan suara diatas 50 persen berdasarkan perhitungan manual berdasarkan data saksi di TPS yang memegang data C1KWK.

Di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang juga menggelar pemilukada dengan dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang dinyatakan lolos oleh KPU Buteng. Namun yang menarik di Pemilukada Buteng ini, pasangan petahana Abdul masur Amila-Saleh Ganiru dengan akronim Beramal Saleh tidak bisa berbuat banyak karena lawannya paslon Samahuddin-La Ntau berhasil memenangkan hati masyarakat Buteng. Bahkan, kemenangan ini di bilang spektakuler karena tidak diperhitungkan sebelumnya.

Meski diwarnai dengan insiden pembakaran mobil dan pengrusakan rumah sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Namun, kondisi ini tidak merusak secara umum proses Pemilukada karena penjagaan aparat hukum selama proses tahapan pilkada dilakukan dengan cepat dan tepat sehingga tidak merusak proses tahapan Pemlikada.

Sementara itu, di Kabupaten Buton Selatan (Busel) yang di ikuti oleh empat pasangan calon yakni Sattar-Welson, Muhammad Faizal-Wa Ode Hasniwaty, Agus Feisal-H Arusani dan Agus Salim-Laode Agus. Proses tahapan pemilukada di Busel berjalan dinamis, semuap pasangan calon saling adu strategi untuk mendapat simpatisan masyarakat. Hasilnya, dari perhitungan awal pasangan nomor urut 3 Agus Feisal Hidayat-H Arusani perolehan suaranya berhasil mengungguli tiga paslon lainnya.

Namun demikian, hasil ini belum menjadi rujukan kemenagan pasangan Agusani akronim dari paslon Agus Feisal Hidayat-H Arusani karena masih berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan oleh tim pemenagannya. Sekali lagi, hasil resmi dari pleno KPU Busel akan menjadi rujukan siapa yang akan ditetpakan sebagai pasangan calon pemenagn Pilkada Busel.

Akhirnya seluruh masyarakat di tiga wilayah tersebut (Busel, Buteng dan Buton-red) masih menunggu siapa yang dilegitimasi sebagai pemenang Pemilukada. Siapaun yang ditetapakan sebagai pemenang semua pihak harus menerimanya sebgai hasil terbaik untuk masa depan daerah. Hilangkan perbedaan, pemenang harus merangkul paslon aliinya untuk kemajuan daerah. Sedangkan yang kalah haruslah berani mengakui kekalahan demi kemajuan daerah.

Massa pendukung semua pasangan calon harus menghilangkan perbnedaan pilihan karena setiap pemimpin daerah pasti memperhatikan masyarakatnya. Karena tanpa dukungan penuh dari masyarakat apalah artinya pemerintah. Meski masih ada peluang untuk melakukan gugatan namun itu sudah menjadi urusan setiap tim hukum pasangan calon karena dijamin oleh undang undang.

Namun yang pasti “Selamat” kepada paslon yang memenangkan Pemilukada Buton, Buteng dan Busel karena masa depan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat ada dipundak calon terpilih.(***)

Pin It on Pinterest