GAS usai melakukan pertemuan-pertemuan kecil dilingkungan onemay kecamatan Tomia

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI,BP – Perhelatan politik mencari kepala daerah memang menjadi ajang masyarakat menginginkan adanya pembangunan, perbaikan dan perubahan disegala lini kehidupan, dari perubahan ekonomi, politik, sosial hingga budaya sehingga hal ini menjadi lebih baik lagi.

GAS usai melakukan pertemuan-pertemuan kecil dilingkungan onemay kecamatan Tomia
Pilkada Wkatobi, GAS usai melakukan pertemuan-pertemuan kecil dilingkungan onemay kecamatan Tomia

Lahirnya Gerakan Akal Sehat atau yang dikenal dengan sebutan GAS ini didasarakan adanya keinginan pembangunan, perbaikan dan perubahan pada masyarakat Wakatobi khusunya pada lingukngan Onemay Kecamtan Tomia, dimana diketahui karakteristik pemilih yang mengedepankan akal sehat.

“ Pilkada ini menjadi ajang, ajang bagaimana memikirkan daerah ini selama lima tahun kedepannya. Dengan merekomendasikan kepada orang yang tepat dengan memikirkan daerah ini bukan hanya untuk mencari lumbung kekayaan para kandidat,” ungkap koordinaor GAS atas nama Beng dikonfirmasi pada Selasa (13/10).

Kata dia, jika merefresing empat tahun lalu Wakatobi dinahkodai oleh pemerintahan saat ini yang memfokuskan pembangunan pada ibu kota kabupaten yakni kepulauan Wangi-Wangi berdampak pada perputaran ekonomi yang menurutnya pincang. Dimana wakatobi ini juga merupakan bagian dari pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko.

“ Sehingga pemerataan pembangunan itu penting. Di Wakatobi dua ini, kita banyak menemukan para pekerja yang merupakan warga luar Wakatobi, sehingga para pekerja di sini hanya menjadi penonton terbaik,” katanya.

Sambungnya lagi, masih banyak persoalan yang ada di Wakatobi ini, mulai dari segi Kesehatan, dimana pemerintah menawarkan adanya program Kesehatan Bersinar yang juga salah satunya dengan menghadirkan sebanyak 3 dokter ahli di setiap kecamatan.

BACA JUGA: Nursalam Lada, Pastikan Hugua Kampanyekan Haliana-Ilmiati Pada Pilkada Wakatobi

“ Miris dengan negeri ini, Berdasarkan informasi yang berkembag, sekarang di RSUD saja sudah tidak ada Dokter ahli, dimana salah satu persyaratan untuk berlakunya BPJS adalah membutuhkan dokter penanggngjawab, dalam hal ini Dokter Ahli itu. Persoalan kesehatan ini adalah persoalan Hak Asasi Manusia yang harus diutamakan,” bebernya.

Lanjutnya Beng, terkait Pendidikan Bersinar, dirinya menitik beratkan pada Output dari para mahasiswa yang kemudian mendapatkan beasiswa, dimana terdapat beasiswa mahasiswa utuk para dokter, namun selama epat tahun lebih berjalan tidak satupun dari mahasiswa tersebut yang didengar informasinya untuk mengabdikan diri pada Wakatobi.

“ Mereka kuliah dengan biaya Daerah, dalam hal ini mereka adalah aset dari daerah untuk bagaimana mengabdikan diri sebagai balas jasa, namun sampai sekarang itu nda ada yang datang mengabdikan diri. Maka dari itu, Wakatobi saat ini harus sejaterah dengan pemimpin yang baru, memimpin dengan hati,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bagi yang memiliki akal sehat untuk memikirkan adanya pembagunan, perubahan dan perbaikan yang besar dan berdampak positif bagi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Wakatobi khususnya masyarakat yang ada dipulau Tomia untuk berpolitik santun dan damai.

“Di momen Pilkada ini, mari sambut itu. Sekarang sudah memasuki masa kampanye, maka saya tegaskan pada pemilihan ini untuk merekomendasikan kepada pasangan haliana-ilmiati daud, karena hanya pada mereka lahir harapan baru, dan yang kemari kita juga sudah rasa. Kami dari GAS siap mengawal kemenangan HATI,” tukasnya dengan tegas.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest