Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Desa Patua II, Kecamatan Tomia adalah satu-satunya desa yang menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Wakatobi berakhir krusial. Dalam perhitungan akhir perolehan suara, dari tiga calon terdapat dua calon meraih suara terbanyak yang sama alias drow.
Desa Patua II memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 172 orang. Dari total DPT itu, saat pelaksanaan Pilkades serentak 13 November 2016 hanya 144 yang menyalurkan hak pilihnya. Ada 28 dinyatakan tidak menggunakan hak pilihnya karena sedang berada di luar daerah.
Dalam perhitungan akhir perolehan suara calon, dua calon kades yakni nomor urut 2 atas nama Narman dan nomor urut 3 atas nama Basri berbagi angka sama yakni 66 suara. Sedangka calon nomor 1 atas nama Muh Ilyas Musa hanya meraih 1 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 11.
Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 yang memiliki DPT sebesar 87 orang, calon nomor urut 3 yakni Basri, meraih suara terbanyak 39 suara. Diikuti Narman 32 dan Muh Ilyas Musa 1 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 6. Sedangkan di TPS 2 dengan jumlah DPT 85 orang, Basri meraih 27 suara, Narman 34 dan Muh Ilyas Musa 0 suara. Suara tidak sah 5.
Ketua Desk Pilkades Kabupaten Wakatobi, Amiconi, mengatakan dalam Undang-Undang Pilkades tidak berlaku Pilkades ulang jika ditemukan ada dua calon peraih suara terbanyak sama dalam satu desa. Sehingga, untuk penyelesaian hal seperti itu telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pilkades.
“Karena di UU Pilkades tidak berlaku yang namanya Pilkades ulang, maka melalui Perbup Nomor 17 Tahun 2016 tentang petunjuk tekhnis pelaksanaan Pilkades. Disitu dijelaskan bila mana dalam satu desa ada dua nama calon peraih suara terbanyak,” kata Amiconi, yang juga menjabat Asisten 1 Pemkab Wakatobi, Senin (14/11).
Dalam Perbup dimaksud lanjut Amiconi, calon kades peraih suara terbanyak dalam salah satu TPS dengan tingkat partisisipasi pemilih tinggi tentu akan menjadi jawara akhir. Sehingga dalam penyelenggaraan Pilkades serentak Kabupaten Wakatobi tahun 2016, masing-masing desa dibentuk 2 TPS.
“Pasal 57 ayat 2 mengatakan dalam hal jumlah calon kepala desa terpilih yang memperoleh suara terbanyak yang sama lebih dari satu (1) calon pada desa dengan TPS lebih dari satu (1). Calon terpilih ditetapkan berdasarkan suara terbanyak pada TPS dengan jumlah pemilih terbanyak,” tutup Amiconi.
Dengan fakta penyelenggaraan Pilkades serentak di Desa patua II Kecamatan Tomia dan Perbup Nomor 17 Tahun 2016 tentang petunjuk tekhnis pelaksanaan Pilkades, maka sudah hamper dipastikan bahwa calon kades Patua II, Basri, akan menjadi jawara akhir. Karena Basri, meraih suara terbanyak di TPS 1 dengan jumlah DPT terbanyak yakni 87. (***)