Laporan: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP-Pelaksana tugas (Plt.) Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse (LAM), mengharapkan agar pihak perbankan dapat membuka peluang yang lebih besar untuk para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. Baik berupa kredit maupun pembiayaan atau penyediaan dana lain yang baru kepada debitur.
Hal tersebut disampaikan La Ode Ahmad Monianse melalui sambutannya, saat menghadiri Rapat Kerja dan Seminar Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia wilayah Timur, yang dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH. di Nirwana Buton Villa Baubau, Senin (25/1/2021).


“Dengan terlaksananya rapat kerja ini, diharapkan pihak perbankan dapat membuka peluang yang lebih besar kepada pelaku usaha dalam pengembangan usahanya. Khususnya yang terkena dampak covid-19, termasuk bagi debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yang saat ini dianggap dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di daerah,” ujar La Ode Ahmad Monianse.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini juga menuturkan, dengan perlambatan sektor perekonomian daerah dimasa pandemi Covid-19, maka langkah-langkah percepatan pemulihan ekonomi menjadi sangat penting untuk segera dilakukan. Salah satunya melalui kemitraan dengan perbankan, untuk menunjang pelaksanaan pembangunan ekonomi.
Ditambahkan, sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki peranan strategis, perbankan juga merupakan lembaga intermediasi yang mempertemukan masyarakat penyimpan dana dan pengguna dana. Di mana, fungsi intermediasi tersebut dilakukan dengan cara menyalurkan dana dalam bentuk kredit kepada dunia usaha, khususnya para pelaku UMKM.
La Ode Ahmad Monianse juga mengungkapkan, sebagai sumber utama pembiayaan bagi pembangunan ekonomi daerah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Yang mana, pelaku UMKM di Kota Baubau saat ini telah berjumlah 6.033.
“Tentu hal Ini sejalan dengan dukungan bapak Presiden Joko Widodo, dalam memberikan perhatian untuk mendukung inklusi dan literasi keuangan, guna meningkatkan akses masyarakat untuk mendapatkan kredit Usaha Kecil maupun Usaha Mikro. Di saat yang bersamaan, juga untuk meningkatkan tingkat likuiditas di dalam negeri, ” tuturnya.
Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse menuturkan, selain untuk meningkatkan tingkat likuidasi di dalam negeri, sektor UMKM juga diupayakan untuk menjadi ujung tombak dalam mendorong perekonomian di daerah, sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi antar lapisan masyarakat.

baca juga: Rencana Ada 42 Cabor Dipertandingkan di Porprov 14 Sultra, 25 Venue Diusulkan Dilaksanakan di Baubau
“Untuk itu kami berharap, agar rapat kerja ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi pihak perbankan, dalam memberikan kontribusi bagi akselerasi pembangunan di wilayah kawasan Indonesia Timur, khususnya pada pemulihan ekonomi dimasa pandemi maupun pasca pandemi Covid-19,” tutup La Ode Ahmad Monianse.(**)

Comments are closed.