Laporan: Amat Jr

BAUBAU, BP- Seorang pria bernama Irfan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh aparat Polres Baubau karena melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap salah satu remaja dibawah umur, sebut saja bernama Bunga (16) dengan berkedok mengajarkan agama.

Tidak hanya itu, aksi bejat Irfan terhadap Bunga berlanjut dengan melakukan paksaan agar Bunga melakukan hubungan badan dengan rekannya sebut saja bernama Melati (19) di Kota Baubau.

Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo ketika dikonfirmasi media ini, Sabtu (11/06/2022), membenarkan perihal Irfan telah ditetapkan sebagai DPO., “Semoga cepat diamankan,” jawab Kapolres Baubau singkat.

Polisi menetapkan Irfan sebagai DPO tersalin bernomor: DPO/05/VI/2022/Reskrim ini dilakukan karena penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup terkait tindak pidana pemerkosaan dan pemaksaan berhubungan badan sesama jenis dengan korbannya adalah Bunga.

Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo mengungkapkan ciri-ciri DPO bernama Irfan yaitu memiliki warna kulit sawo matang dan berhidung mancung. Saat ini, aparat kepolisian sedang mencari keberadaan Irfan. Bagi warga yang melihat DPO tersebut, kata Erwin, segera dilaporkan kepada kepolisian terdekat.

Safrin Salam yang menjadi kuasa hukum Bunga menjelaskan aksi bejat yang dilakukan Irfan terjadi bermula pada tahun 2020 lalu.

Irfan berstatus DPO yang ditetapkan Polres Baubau

Awalnya, saudari Melati mengajak Bunga untuk bertemu pelaku Irfan di Benteng Keraton Wolio-Buton di Kota Baubau pada sore hari. Saat bertemu, pelaku bersikap seolah-olah mengajarkan tentang agama dan ilmu fikih kepada Melati dan Bunga.

“Setelah berselang beberapa minggu kemudian, sang predator mengajak Bunga untuk bertemu kembali kos-kosannya di belakang Gudang Jambu, Kecamatan Kokalukuna. Dikos-kosan itulah sang predator melancarkan aksi bejatnya,” tutur Safrin Salam.

Sang predator berhasil meyakinkan Bunga bahwa bila mau berhubungan badan maka apa yang dicita-citakan akan tercapai dan masa depannya akan lebih baik nantinya. Dengan polos akhirnya Bunga mau menuruti kemauan pelaku. Aksi bejat itu rupanya direkam diam-diam oleh pelaku dan sudah tersebar di media sosial.

baca juga: Walikota Monianse: Kehadiran KRI Dewaruci di Baubau Berkat Kerja Keras Walikota Almarhum Dr HAS Tamrin

“Video itulah yang dijadikan pelaku Irfan untuk memeras dan mengancam Bunga, baik secara langsung untuk berhubungan badan maupun meminta korban untuk mengirimkan foto dan video mesum. Belakangan terungkap, video itu viral di media sosial (Medsos),” tuturnya.

Keluarga Bunga yang didampingi pengacaranya Safrin Salam telah melaporkan pelaku Irfan di polisi pada tanggal 8 April 2022 di Polres Baubau sebagaimana Laporan Polisi LP/48/IV/2022/SPKT/Polres Baubau/Polda Sulawesi Tenggara. (**)