– Tokoh Masyarakat: Jangan Kaitkan Dengan Suasana Politik

Peliput: Anton – Editor: La Ode Adrian

LABUNGKARI, BP – Salah satu tempat mangkal para pemuda Kelurahan Watulea, dibakar oleh orang tak dikenal. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (22/11) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, di Lingkungan VII Kelurahan Watulea Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah.

H Kaimuddin, salah satu tokoh masyarakat Watulea yang rumahnya berhadapan dengan tempat kejadian mengatakan, peristiwa terjadi saat warga sedang tertidur pulas. Namun salah satu warga yang melihat kobaran api langsung teriak adanya kebakaran, spontan warga berdatangan dengan tiba-tiba akibat mendengar teriakan tersebut, dan dengan cepat warga langsung memandamkan api dengan peralatan seadanya.

“Kejadiannya tadi malam sekitar jam stengah 02.00 Wita, ada yang teriak-teriak ada kebakaran sehingga spontan kita juga langsung bangun, untung api belum terlalu membesar sehingga apinya cepat mati waktu disiramkan air, mana banyak rumah papan disekitarnya, kalau terlambat sedikit maka bisa bahaya semua rumah yang ada di dekat-dekat sini,” ungkapnya, Selasa (22/11).

La Bale (53) seorang warga Kelurahan Watulea yang rumahnya berdekatan dengan tempat kejadian mengatakan, lantaran panik melihat kobaran api, ia mengaku tak menyadari kalau kain sarung yang ia kenakan saat memadamkan api telah terlepas dari pinggangnya.

“Tadi malam lantaran kita panik sekali, saya keluar dari rumah itu saya masih pakai sarung, tapi setelah kita lari bulak-balik ambil air pakai ember, saya tidak sadar kalau saya punya sarung sudah terlepas, masalahnya kalau sampai apinya membesar, eh kita semua disini bahaya karena banyak rumah papan yang berdempetan, mana disampingnya pos mangkal itu juga ada mobilnya H Kaimuddin yang terparkir dalam garasi,” ucap La Bale.

Setelah masyarakat melihat ada bekas botol plastik yang meleleh ditempat kejadian, maka kuat dugaan pembakaran disebabkan oleh orang tak dikenal, yang dengan sengaja membuang botol plastik berisikan bensin dan melakukan pembakaran.

Namun demikian, salah satu tokoh masyarakat yang enggan dikorankan namanya, menghimbau agar seluruh masyarakat harus tetap tenang, serta tidak perlu mengkaitkan peristiwa tersebut dengan situasi politik saat ini, agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dan kondusif.

“Kita sebagai masyarakat harus tetap tenang, kita hanya perlu waspada jangan sampai terulang lagi, tapi jangan kita kaitkan dengan situasi politik saat ini agar tidak memanas ini situasi, masih ada aparat berwajib yang akan menanganinya, kita percayakan pada aparat keamanan dalam hal ini kepolisian,” pungkasnya.

Untuk diketahui, usai kejadian, pada pagi harinya Selasa (22/11) sekiar pukul 06.00 Wita, masyarakat setempat mulai berdatangan dan mengerumini tempat mangkal yang nyaris terbakar keseluruhan akibat dilahap api itu. Beruntung api hanya menghanguskan sebagian lantai pos mangkal yang terbuat dari bambu.

Dan tidak berselang lama, Anggota Polsek Gu langsung mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi, dan insiden tersebut kini telah didalami oleh pihak kepolisian.(*)