– Pembuatan Kapal Fiber Glass Diduga Cemari Lingkungan

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Buton Selatan mendesak Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk segera menghentikan sementara kegiatan CV Amjan Abadi Arfau yang sedang membuat Kapal Fiber Glass di Bandar Batauga, bahkan Pemda Busel dianggap harus mencabut izin pengerjaannya, dimana perusahaan tersebut telah melanggar kesepakatan bersama.

Ketua Pospera Cabang Buton Selatan Herman mengatakan, CV Amjan Abadi Arfau telah menghianati kesepakatan yang telah dibuat bersama, yakni kesepakatann antar pemilik perusahaan, masyarakat, pihak kepolisian dan pihak Pemda Busel tertanggal 5 September 2016 lalu. Di dalam kesepakatan bersama itu memuat kesepakatan yang mengikat beberapa peraturan untuk dipatuhi, salah satunya menyebutkan sesuai permintaan masyarakat untuk sementara kegiatan di perusahaan pembuatan Kapal Fiber Glass dihentikan sampai ada hasil dari tim terpadu, untuk mengecek dugaan pencemaran lingkungan. Dan pihak CV Amjan Abadi Arfau juga sepakat untuk sementara tidak ada kegiatan sampai ada hasil dari tim terpadu.

“Nah disalah satu poin kesepatakan itu jelas, CV Amjan Abadi Arfau untuk sementara waktu menghentikan sementara kegiatan pembuatan kapal fiber glass-nya, namun kenyataannya dilapangan sampai hari ini kegiatan pembuatan kapal fiber glass tetap berjalan,” ucap Herman diruang rapat Kantor Bupati Buton Selatan beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, CV Amjan Abadi Arfau telah menghianati perjanjian itu, padahal semua pihak telah bertanda tangan untuk menyepakatinya.

“Kami meminta kepada Pemda Busel untuk segera bertindak, bahkan bila perlu mencabut izin CV Amjan Abadi Arfau. Pasalnya perusahaan itu tidak memiliki izin UPL-UKL bahkan Amdal sementara perusahaan itu masuk kategori perusahaan industri,” ucapnya.

Lanjutnya, informasi yang didapat oleh Pospera Busel, akibat kegiatan yang dilakukan CV Amjan Abadi Arfau menyebabkan pencemaran lingkungan pada sekitar areal kerja perusahaan tersebut. Bahkan jika dari sisi RTRW, wilayah Kelurahan Bandar Batauga bukanlah lokasi industri.

“Jika Pemda tidak mengindakan himbauan Pospera untuk menindaki CV Amjan Abadi Arfau, maka kami akan melakukan langkah-langkah hukum,” kata Herman.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buton Selatan Hanok Z Mariang mengatakan, pihaknya akan bertindak cepat melalui Tim Terpadu untuk mengecek dugaan limbah CV Amjan Abadi Arfau telah yang mencemari lingkungan masyarakat sekitar.

“Kami (Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan) sebagai Tim Terpadu akan segera melakukan pengecekan terkait limbah yang telah mencemari lingkungan sekitar perusahaan, kami harap teman-teman menunggu hasilnya, jika memang terbukti terjadi pencemaran maka kami akan tindak tegas,” ucap Hanok Z Mariang.

Dilanjutkan, jika CV Amjan Abadi Arfau tidak mentaati kesepakatan yang telah dibuat bersama dengan tetap melakukan dan meneruskan kegiatan pembuatan kapal fiber glass, maka akan dilakukan peneguran keras.

“CV Amjan Abadi Arfau mestinya menghentikan kegiatan pembuatan kapal fiber glass sesuai dengan kesepakatan bersama itu, jika tidak kami akan melakukan langkah tegas dengan mencabut izin usahanya,” tegasnya.

Sementara Pj Bupati Busel melalui Asisten I Konstantinus Bukede mengatakan, pihak CV Amjan Abadi Arfau harus menghentikan kegiatannya sesegera mungkin.

“Sebelum ada hasil kajian dari Tim Terpadu, CV Amjan Abadi Arfau tidak boleh melakukan aktifitas pembuatan fiber glass di wilayah Bandar Batauga. Bahkan jelas di wilayah Kelurahan Bandar Batauga bukan lokasi industri dan didalam RTRW itu jelas,” pungkasnya.(*)