Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Pada rapat koordinasi Tim Walikota Percepatan Pembangunan Daerah (TWP2D) dalam rangka mewujudkan Kota Baubau yang maju sejahtera dan berbudaya, salah satu tim ahli percepatan pembangunan Kota Baubau bidang sejarah dan budaya Prof. Dr. Susanto Zuhdi, S.Hum., M.Hum., mengakui jika ia sangat optimis Benteng Keraton Wolio menjadi salahsatu cagar budaya yang akan memperoleh pengakuan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Salah satu sudut Benteng Keraton Kesultanan Wolio

Hal itu diungkapkannya saat ditemui awak media usai rapat koordinasi TWP2D di Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Baubau, Senin (13/09).

” Iyahlah kalau melihat potensinya sangat luar biasa, melihat benteng seperti itu mana ada, secara fisik saja dulu, belum nilainya, belum yang masih bisa rasakan nanti itu saat dikelolah sebagai aset yang harus kita rawat, kita jaga dan sebagainya,” ujar Prof. Dr. Susanto Zuhdi, S.Hum., M.Hum.

Menurutnya, Benteng Keraton Wolio memiliki nilai sejarah, budaya, ilmu pengetahuan dan keenian yang nantinya memiliki potensi dampak untuk kehidupan masyarakat saat ini dan kedepannya. ” Walaupun ini sejarah masa lalu, tetapi ini sejarah yang bisa kita maknai di kekinian kita. Jadi sejarah itu bukan masa lalu, tetapi sejarah itu merupakan keberlanjutan yang masih bisa kita lihat sendiri. Ini sangat penting dan apa makna dari masa lalu yang mesti kita rawat, bahkan dunia dapat mengakui ini sebagai warisan dunia dari nilai-nilai yang terkandung didalamnya” terangnya.

Dikatakan, suatu cagar budaya dapat masuk sebagai warisan dunia apabila memiliki nilai-nilai yang universal yang luar biasa dan Benteng Keraton Wolio atau benteng Keraton Kesultanan Buton memiliki nilai tersebut.

” Dia mesti memiliki nilai yang Outstanding Universal Value jadi nilai universal yang istimewa dan bagai mana tidak istimewa (Benteng Keraton Wolio) dari fisiknya terluas di dunia ini, proses pembuatnya konteks historisnya seperti apa benteng itu dibangun yaitu, ketika kesultanan buton ini terancam oleh kekuatan luar yang mau mengintervensi dan benteng ini sebenarnya pertahanan diri untuk menjaga kedaulatan masyarakat dari kesultanan buton ini dan nilai-nilai ini membenyuk jati diri bangsa,” bebernya.

baca juga: 750 orang warga di Vaksin Di Polres Baubau

Lanjut ia mengatakan, salah satu contohnya adalah perlawanan Oputa Yi Koo diakui sebagai pahlawan Nasional sebab kepahlawanannya menunjukkan ukuran nilai-nilai identitas bangsa. “Makanya perlawanan akan penindasan itu menunjukkan kesadaran bangsa itu akan identitasnya. Perang itukan akibat dari adanya penindasan dan sesuai dengan pembukaan undang-undang dasar republik indonesia, bahwa adalah hask segala bangsa dan itu nilai-nilai universal akan kebebasan,” tutupnya. (*)

One thought on “Prof Dr Susanto Zuhdi Optimis Benteng Keraton Wolio Diakui UNESCO”

Comments are closed.